Mutasi Pejabat Eselon Diduga Tidak Sesuai Prosedur, ini Kata Kepala BKD Takalar

oleh
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Takalar, Rusdi
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Takalar, Rusdi

Takalar, Suaralidik.com – Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Takalar, Rusdi angkat bicara menanggapi isu yang berkembang di masyarakat terkait Mutasi Pejabat eselon III dan IV yang dianggap tidak sesuai regulasi yang ada dan terkesan tidak manusiawi.

Menanggapi hal itu, Rusdi dengan tegas menjelaskan bahwa mutasi pejabat eselon tersebut sudah sesuai ketentuan dan aturan yang berlaku dan keputusan bupati tersebut juga telah merujuk pada PP No 11 tahun 2017 dan bukan PP 12 tahun 2002.

“Sejauh ini mutasi yang dilakukan oleh Pimpinan tidak ada yang salah, semua berjalan sesuai prisedur. Kalaupun mereka menilai itu salah? ya kami harap tidak usah di tanggapi karna memang setiap kali ada pergeseran pasti ada yang tidak bisa menerima, dan tidak mungkin juga pak Bupati selaku pimpinan bisa memuaskan semua orang, dimana alat pemuas ini terbatas, jabatan terbatas, kemudian ya seperti itulah.” Kata Rusdi saat ditemui di Hotel Grand Palace Makassar, Jum’at 27 Juli 2018.

Lanjut kata Rusdi, Jika ada ASN yang tidak terima posisinya dikembalikan ke Fungsional, itu juga sudah benar dan tidak ada yang salah diantaranya, artinya kalau dikembalikan menjadi guru maka tidak ada yang salah, sebab asalnya dari guru, itukan tergantung kebijakan struktural, sepanjang PPK masih membijaki itu tidak ada masalah.

“Yang rugi itu misalnya bukan ASN yang diterima dan bukan fungsional kemudian di fungsionalkan karna butuh proses yang panjang, dan tidak semua orang bisa. tapi, kalau yang namanya fungsional ke Struktural boleh saja, kemudian dikembalikan ke Funsional tidak ada masalah.”ambahnya.

“Khusus untuk ASN yang merasa tidak terima dengan Mutasi ini, BKD berharap supaya mereka bisa memahami ini sebagai bagian dari regulasi yang telah sesuai, tidak ada yang salah, justru ASN yang banyak salah paham.” Urainya.

“Kalaupun misalnya ada yang tak dapat jabatan ya itulah konsekwensi dari ASN sendiri, karna jabatan ini kan kepercayaan dan amanah yang diberikan atasan kepada kita sehingga setiap kali diberikan kepercayaan maka kita harus jaga dengan baik, kita jawab kepercayaan itu dengan menunjukkan kinerja yang baik dan disiplin.”Tutupnya.(**Rey)