Nasi Rantang ASN Dan Uang Tunai, Disinggung Dalam Debat Calon Bupati Takalar

oleh

SUARA LIDIK TAKALAR, – Debat kandidat calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Takalar, tadi malam di gelar di Makassar Jalan Sultan Alauddin Gedung Training Center Kampus UIN Alauddin. Dimana debat kedua pasangan calon disiarkan live(langsung) di Televisi lokal GoTV. (26/01/2017)

Pasangan Nomor urut 2 Syamsari Kitta-Ahmad Se’re(SK-HD) berjanji akan mengganti Nasi Rantang yang selama ini menjadi konsumsi tiap hari para Aparatur Sipil Negara(ASN) di setiap SKPD lingkup Pemerintah Kabupaten Takalar selama ini.

Pasangan yang di usung oleh Partai PKS, Nasdem ini akan mengganti Nasi Rantang menjadi uang tunai jika Masyarakat Takalar memberikan amanah menjadi pemimpin 5 tahun kedepan.

Syamsari Kitta menyampaikan niatnya itu saat acara debat kandidat ke 2 yang dilangsungkan di Gedung Training Center Kampus UIN Alauddin Makassar. Dimana debat ke 2 live di Televisi lokal GoTV, Rabu malam(25/01/2017).

” jika masyarakat Takalar mengamanahkan kami jadi pemimpin Takalar Selama 5 tahun kedepan, maka kami berjanji akan menghilangkan yang namanya “Nasi Rantang” bagi ASN kita di Takalar. Lalu Kemudian kita ganti dengan uang tunai secara langsung.” Kata Syamsari Kitta Saat Debat Kandidat.

Menurutnya, kenapa kebiasaan pembagian nasi rantang setiap SKPD ingin ia hilangkan sebab menurutnya Nasi Rantang hanya akan menguntung salah satu pihak saja tanpa memperdulikan kesejahteraan ASNnya.

“penghapusan Nasi Rantang ini kita akan lakukan karena selain kita harus perhatikan kesejahteraan ASN, kita juga harus memperhatikan kesejahteraan pemilik warung kecil, mekeka juga perlu diberdayakan oleh pemerintah. sehingga tidak ada lagi monopoli nasi Rantang nantinya”tambahnya.

Syamsari berharap, jika ini berjalan dengan baik nanti. secara langsung ekonomi masyarakat juga akan berputar dan merata serta saling menguntungkan satu sama lain.

“ASN kita berikan kebebasan bisa langsung makan di warung mana saja sesuai dengan real chost yang kita tetapkan dan kita anggap ini lebih sangat manusiawi dibandingkan Nasi Rantang”. Harapnya lagi.