Nasib Petani Bulukumba di musim kemarau

oleh
nasib petani bulukumba
Kondisi Air sungai dibulukumba saat kemarau panjang 2015

DIMANA TITIK TERANG MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT BULUKUMBA..???

Inilah kisah nyata nasib petani di kabupaten bulukumba yang mengelolah lahan sawahnya di daerah gantarang

Nasib Petani semakin Parah..
Irigasi mengering..kembali mengandalkan aliran sungai sebagai sumber air akan tetapi sungai pun sudah mulai mengering
tidak ada aliran air sama sekali untuk di pompa..terdapat mata air di pinggiran sungai dan itu pun tidak cukup..
Real photo kondisi Sawah .

nasib petani bulukumba
Kondisi Air sungai dibulukumba saat kemarau panjang 2015


ini adalah kondisi alam yang tidak bersahabat itu kata orang pada umumnya.
akan tetapi petani yang padinya sudah mati berkata lain..
“ini karena tidak ada perhatian penuh dari fihak pemerintah atas kondisi ini ”
benar juga karena ada sumur bor yang dibuat cuma 1 unit saja..sementara lahan pertanian sangat luas..jadi lebih banyak yang mati padinya dari pada yang hidup..
menunggu antri sama saja menunggu tanaman padi mati..
Menggunakan sumur Bor ini tidak gratis juga..selain tanggung sendiri bahan bakar,ada juga bayaran setelah panen..
jadi biaya produksi semakin membengkak..
– Biaya Pupuk
– Biaya Racun
– Biaya Traktor ( Mesin bajak )
– Biaya Tanam ( karena tidak ada system gotong royong lagi )
– Biaya Potong padi ( Mesin rontok atau mesin pemotong padi )
– Biaya Angkut padi dari sawah ke rumah atau kegudang )
– Biaya Mentari ( Pengeluaran untuk orang yang mengatur air )
==========================================
Seperti itulah Nasib Petani bulukumba di musim kemarau akhir tahun 2015,kami berharap ada perhatian penuh dari pemerintah terhadap nasib petani untuk masa yang akan datang.ini adalah gejala alam namun bisa diusahakan untuk menghindari kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi sebagai dampak gejala alam tersebut.

Redaksi : Pers Lidik Sulsel