NATURAL FARMING: Petani Melawan Kemiskinan

oleh

 

IMG_20160421_143641_edit

 

 

Lidik News

Komunitas Swabina Pedesaan Salassae (KSPS) Kabupaten Bulukumba menggelar Sosialisasi dan Pembinaan pembangunan pertanian Alami (Natural Farming).

Kegiatan ini di laksanakan di Desa Salassae Kecamatan Bulukumpa Kabupaten Bulukumba.

Komunitas Tani Alami ini di gagas oleh Armin Salassa, yang juga merupakan Sekjen Federasi Sarikat Tani Sulawesi Selatan yang juga pendiri Yayasan Pendidikan Rakyat (YPR).

 

Kegiatan pembinaan dan pengembangan (Natural Farming) ini, turut hadir A.Misba Andi Wawo S.Hut MM Kadis Perkebunan Kabupaten Bulukumba, dan Ir.Hazanuddin Kepala Bidang Hotikultura Didas Pertanian Kabupaten Bulukumba.

Peserta Kegiatan adalah petani Bulukumba dan turut di hadiri oleh perwakilan sarikat tani dari beberapa Kabupaten di Sulawesi Selatan.

Armin Salassa dalam sambutannya menyampaikan, “Bahwa Petani yang ┬ásudah berhimpun dalan komunitas tani alami (Natural Farming) ini, di Kabupaten Bulukumba sudah mencapai seribu keluarga tani yang ditargetkan nantinya akan mencapai 30 ribu keluarga tani, Kabupaten Bantaeng dan Kabupaten Jeneponto juga sudah memulai dengan pendidikan pembinaan dan mendeklarasikan sarikat tani alami (Natural Farming). Saya mengajak teman-teman untuk tetap konsisten pada pertanian alami ini, Karena masa depan iklim yang bersih hanya ada pada petani yang sadar tentang kealamian. Kedaulatan pangan merupakan agenda Nasional, perlu dipahami bahwa kedaulatan pangan harus memyeluruh menyentuh segala aspek penting terutama organisasi tani yang moderen dan mandiri, tanpa ketergantungan suplai pupuk kimia sintetis. Dan ada pembangunan SDM secara langsung, sistematis dan berkelanjutan. Di perlukan duduk bersama membangun kesepahaman antara pemerintah sebagai pengambil kebijakan dan petani dan organ taninya sebagai pelaku pertanian, untuk mendesain gerakan untuk mencapai target yang di harapkan, agar kedaulatan pangan yang dicita-citakan itu terwujud, dan pelaku tani mengetahuai kebutuhan-kebutuhan esensi kedaulatan pangan, tidak kemudian sendiri menafsir tentang industrialisasi yang terjadi saat ini, contoh, pemerintah masih mengnyuplai kepetani benih industri dari perusahaan tertentu, padahal kita mengharapkan kemandirian petani yang di butuhkan agar petani tidak bergantung sana-sini pada benih suplai yang sangat jauh dari strelilnya tanaman dan lingkungan dengan zat-zat kimia sistetis.
“, Armin, Sambutannya.

“Kedepan kita akan mengakomodir hasil pertanian dan perkebunan, dan mensinergikan atau mempertemukan antara produsen dan konsumen, agar prospek penjualan hasil pertanian alami dapat diakses di mana saja. Dan kita juga akan membentuk Dewan Pertimbangan Harga, agar harga di pasaran kita tidak lagi meraba-raba perbandingan antara yang alami dan yang tak alami”. Armin Salasaa, Tambahnya.
Andi Misba Dalam Dialog menyampaikan, Bahwa “Dinas Perkebunan dari pihak pemerintah sangat mengapresiasi kegiatan ini, pemerintah sudah memberikan bantuan kepetani berupa infrastruktur pertanian, dan ternak berupa sapi yang kotorannya menjadi bahan dasar pupuk alami”. Ibu Kadis tandasnya.

 

IMG_20160421_140052_edit

 

Ir.Hazanuddin juga menyampaikan bahwa “Pertanian Alami sangatlah steril dari pestisida atau pupuk yang banyak mengandum zat kimia yang dapat mempengaruhi kesehatan tubuh manusia dan lingkungan, yang dapat mengikis unsur hara dalam tanah, sehingga tingkat kesuburan tanah menurun, dan pupuk yang baik adalah kotoran ternak, seperti sapi, kerbau, kuda dan yang paling bagus untuk pupuk organik adalah kotoran kambing, selaku pihak dari pemerintah, yaitu dinas Pertanian, kami sangat mengapresiasi usaha teman-teman petani alami yang begitu bersemangat untuk mengembangkan pertanian alami ini, dan bantuan berupa infrastruktur pertanian dan ternak akan di khususkan pada petani alami”. Ir.Hazan, tutupnya.

#AL