Nelayan Bulukumba Disandra dan Dianiaya di Bantaeng, LIDIK PRO dan Ratusan Nelayan Desak Semua Instansi Untuk Segera Bertindak

oleh
Nelayan Bulukumba
Ratusan nelayan bulukumba saat mendatangi Polres Bulukumba, Senin (12/8)

Bulukumba, suaralidik.com – Senin (12/8/2018) sekitar pukul 10:00 Wita,  tampak LSM LIDIK PRO DPC Ujung bulu bersama ratusan nelayan memadati halaman gedung DPRD Bulukumba.

Mereka mendesak DPRD Bulukumba untuk segera melakukan koordinasi dengan semua pihak intansi terkait dengan kasus penyanderaan dan penganiayaan terhadap salah satu nelayan Bulukumba yang diduga kuat dilakukan oleh nelayan asal Bantaeng.

Adalah Asrul (23) seorang nelayan beralamat kel. ela-ela kec.ujungbulu kab.bulukumba dan 2 temannya menjadi korban penyanderaan dan penganiayaan oleh puluhan nelayan asal bantaeng di perairan bulukumba.

Korban bahkan mengaku jika dirinya sempat di bawah ke kabupaten bantaeng pada hari Sabtu (10/08/2018) dan disandra di sana.

Asrul bercerita, Dirinya bersama rekannya berdampingan sekitar 50 meter dari nelayan asal Bantaeng dan bersama-sama sedang mencari ikan di perairan bulukumba.

Karena nelayan asal Bantaeng menggunakan lampu sorot yang sangat terang sehingga menyulitkan Asrul dan rekannya mendapatkan ikan yang akhirnya ia tegur nelayan asal Bantaeng itu.

” janganki pakai lampu sorot karna ikan lari semua karena terang sekali lamputa” kata asrul pada nelayan asal bantaeng itu yang mengunakan perahu jolloro yang agak besar

Seolah tidak terima ditegur, hanya beberapa waktu,  pelaku nelayan asal Bantaeng itu kembali memanggil teman-temanya yang diperkirakan 10 orang membawah senjata tajam kemudian mengancam Asrul dan 2 temannya serta dibawah ke daratan Bantaeng.

Di Bantaeng, korban diperlakukan tidak senono dan diancang untuk dibunuh kalau melawan.

“jangan banyak bicara kalau tidak mauko mati”  ancam pelaku yang tidak diketahui namanya itu.

Korban pun langsung mengaduhkan nasibnya ke LSM LIDIK PRO Bulukumba untuk mengetahui Langkah-langkah hukum yang harus ditempuh.

Mengetahui hal tersebut, LIDIK PRO DPC ujungbulu Kab Bulukumba bergerak dan mengelar aksi unjuk rasa ke kantor dinas kelautan dan perikanan Provinsi namun tidak menemui titik terang.

Massa pun bergerak ke gedung DPRD Bulukumba yang kemudian dilanjutkan ke Polres Bulukumba.

Di Polres Bulukumba. LIDIK PRO bersama korban membuat laporan polisi tindak kriminal dan mendesak pihak kepolisian untuk segera menangkap pelaku asal nelayan Bantaeng itu.

Ketua DPC Lidik Pro Ujungbulu Fajar Hidayat sangat menyangkan perlakuan nelayan asal bantaeng itu yang dinilai bertindak premanisme yang bahkan bukan wilayahnya.

” Kami mendesak semua intansi,  mulai dari pihak perikanan dan kelautan,  DPRD hingga pihak kepolisian agar segera mengambil Langkah-langkah sesuai Tupoksi masing-masing ” jelas fajar.(***Riswan)