Nelayan Galesong Terancam Tak Melaut Ke Fak-Fak! Harap Ada MoU

oleh
Foto : Salah Satu Nelayan Galesong H. Risal Daeng Sewang

Suaralidik.com, Takalar – Menjelang keberangkatan para nelayan untuk mencari telur ikan terbang (ikan tuing-tuing nelayan Takalar orang menyebutnya) di Perairan Fak-Fak Provinsi Papua Barat.

Foto : Salah Satu Nelayan Galesong H. Risal Daeng Sewang

Dari jadwal untuk tahun ini, keberangkatan para nelayan “Patorani” orang menyebutnya mayoritas akan berangkat ke Perairan Papua untuk mencari dan mengumpulkan telur ikan terbang yang menjadi sumber rejeki nelayan secara musiman pada bulan maret dan april 2018 sudah berangkat ke Fak-Fak, Papua Barat.

Kondisi “Patorani” ini memang dalam mencari penghasilan untuk keluarganya cukup menjanjikan karena hasil penjualan perkilo telur ikan terbang ini bervariasi dengan harga yang naik turun pada kisaran harga Rp. 100.000,- hingga Rp. 450.000,- perkilo.

Namun, menurut H. Risal Sewang saat dimintai keterangannya di Warkop Coffee Gale, Nelayan saat ini sangat memprihatinkan karena kesulitan mendapatkan Izin Mencari Telur Ikan Terbang di Perairan Fak-Fak.

Belum lagi lanjut H. Sewang, adanya batasan jumlah bekal solar bagi nelayan untuk Pas Kecil itu 250 liter Solar dan untuk Pas Besarnya itu maksimal berjumlah 500 liter Solar.

Padahal menurut H. Sewang lagi, Para Nelayan Takalar dan Khususnya Galesong itu membutuhkan sekitar 1.500 liter solar terhitung perjalanan ke lokasi perairan fak-fak dan keliling di perairan tersebut, tutur H. Sewang.

Menyikapi kondisi ini, H. Sewang berharap dengan mewakili Masyarakat Nelayan Galesong Pemerintah Kabupaten Takalar agar bisa membuat MoU dengan Pemerintah Provinsi Papua Barat atau Pemerintah Kabupaten Fak-Fak diterbitkan Izin Mencari Telur Ikan Terbang di Perairan Fak-Fak, harap H. Sewang.

“Semoga Pemerintah Kabupaten Takalar bisa menfasilitasi kerjasama itu dengan pemerintah Kabupaten Fak-Fak terkait Izin Para Nelayan Mencari Telur Ikan Terbang di Perairan Papua Barat”, tutup H. Sewang dengan penuh harap ke pemerintah. (Kemal red)