Nelson Belum Terima Rekomendasi DPP Terkait Nama Calon PAW Wabub Kabgor

oleh -
Foto : Ketua DPW PPP Gorontalo Prof Nelson Pomalingo,(foto istimewa).

Gorontalo, Suaralidik.com – Ketua DPW PPP Provinsi Gorontalo Nelson Pomaligo mengaku belum menerima langsung surat rekomendasi DPP PPP terkait nama calon PAW Wakil Bupati (Wabub) Kabupaten Gorontalo (Kabgor).

Hal ini disampaikan Prof Nelson Pomalingo kepada awak media Selasa 08/01/2018, dirumah dinas Bupati Gorontalo.

“Selaku ketua DPW saya belum menerima surat rekomondasi, kalaupun itu sudah ada di DPC, saya akan menunggu surat itu. Memang tadi saya didatangi oleh salah satu calon (Hamit Kuna) dan membawa surat tersebut, saya juga kaget kok surat itu sudah ada pada calon.”kata Prof Nelson dengan penuh tanda tanya.

Nelson juga mengakui telah melihat ada dua nama yang tertera dalam surat rekomondasi tersebut, namun pihaknnya akan tetap menunggu surat resmi dari DPP.

“Saya melihat disitu ada dua nama (Arifin Djakani dan Hamit Kuna), sehingganya saya akan menunggu surat resmi dari DPP karena saya melihat disitu ada tembusan DPP.”uacap Prof Nelson yang juga sebagai Bupati Gorontalo.

Pihaknya juga menilai dengan hadirnya rekomendasi DPP, tentunya ini akan mematahkan tudingan masayarakat selama ini, bahwa keterlambatan PAW Wabub karena Bupati, padahal bola ini berada dipusat.

“Kita akan evaluasi mekanisme yang terjadi, dan setelah menerima surat itu saya akan melakukan konfirmasi lagi ke DPP kaitan dengan keluarnya dua nama ini, apakah sudah sesuai mekanisme partai maupun mekanisme perundang-undangan yang nerlaku.”tutur Ketua DPW.

Ini juga, lanjut Nelson, baru dari salah satu partai pengusung (PPP), sedangkan Ia bersama Wabup Sebelumnya (Fadli Hasan) diusung oleh dua partai (PPP dan Demokrat).

“Kita akan menunggu tanggapan dari partai Demokrat yang juga sebagai partai pengusung, kalau sudah selesai dari kedua partai pengusung mudah mudahan tidak ada problem, maka itu harus kesaya selaku bupati lagi karena bupati yang akan menyurati langsung ke DPRD.”ujar Nelson.

Bila dilihat dari mekanisme partai yang disepakati oleh PPP dan Demokrat sebelumnya, ada enam nama yang telah direkomendasikan ke DPP, Arifin Djakani, Hadija Tayeb, Ahmad Lihu dari PPP, sementara Demokrat sendiri, Nani Mokodongan, Chamdi Mayang, dan Herman Walangadi.

“Sudah kelihatan bahwa yang disepakati ditingkat bawah oleh kedua partai pengusung, baik DPC maupun DPW adalah enam nama, nah hari ini ada perbedaan meski itu hanya satu, maka itu kita akan lakukan evaluasi dari hasil yang ditetapkan oleh DPP.”tegas Prof Nelson.

“Sehingga semuanya akan diserahkan ke masing-masing DPC partai pengusung untuk duduk bersama membahas hal ini, sekalian saya akan konfirmasi ke DPP.”tutup Ketua DPW.(***Rollink).