Ngobrol Bareng Jaksa, Kejari Limboto Terima Berbagai Keluhan Warga

oleh -

Foto : Kejari Limboto Dr Supriyanto SH, MH, saat gelar program Obrol Bareng Jaksa bersama masyarakat Kayu Bulan,(foto istimewa).

Gorontalo, Suaralidik.com – Kepala Kejaksaan Negri (Kejari) Limboto Dr. Supriyanto SH, MH, mejadi sandaran keluh kesah bagi warga Lingkungan satu RT 7 Kayu Bulan kecamatan Limboto Kabupaten Gorontalo (Kabgor).

Berbagai keluhan disampaikan warga kepada Kejari, saat pihak Kejaksaan menggelar program “Obrol Bareng Jaksa”, dengan tema mendengarkan berbagai persoalan yang terjadi dilingkungan masyarakat termasuk persoalan sosial, Saptu 06/07/2019.

Diantara yang disampaikan warga, salah satunya pembangunan Instalasi Pengelolahan Air Limbah (IPAL) pada program KOTAKU dalam rangka mengurangi kawasan kumuh tahun 2017 yang dinilai tak bermanfaat dan malah menjadi petaka buat mereka.

Selain masyarakat, Obrol Bareng Jaksa ini juga dihadiri oleh perwakilan pemerintah, seperti Kepala Dinas Perkim Kabgor, Rahmat Doni Lahatie, Dinas Kesehatan yang diwakili, Camat dan Lurah setempat.

Kepada awak media Kejari menceritakan, saat keliling naik motor pada pagi hari beliau bertemu warga yang sedang berkumpul membahas IPAL yang tidak bermanfaat atau tidak berfungsi dengan baik. Oleh warga Kejari diajak berdiskusi.

“Kebetulan kami juga punya program Obrol Bareng Jaksa. Warga lingkungan satu di kelurahan kayu bulan menyampaikan keluahannya, katanya saluran limbah IPAL yang dibuat tahun 2017 menurut penuturan masyarakat tidak berfungsi dengan baik, konon katanya elevasinya tidak nyambung”, terang Kejari.

“Maka saya sampaikan kepada masyarakat agar bertemu dengan para pihak yang berkaitan dengan pembangunan IPAL ini. Maka hari ini juga dilakukan pertemuan guna mencari titik temu, persoalannya apa dan langkah selanjutnya apa!”sambung Kejari.

Tadi telah disepakati, lanjut Kajari Supriyanto, apakah elevasinya kurang baik atau ada pemasalahan lain, besok pagi (hari ini red) pihak-pihak yang terkait akan melakukan pengecekan ulang dengan teknis dan metode yang sudah ada.

“Saya katakan tadi, bukan saja dari pihak PU, tapi itu baik dari pihak dinas Perkim, Kelurahan, Kecamatan, fasilitator, pendamping, teknis, dan masyarakat untuk ikut bersama-sama. Hasilnya seperti apa dibuat berita acaranya agar tidak terulang kembali permasalahan dikemudian hari”,jelas Kejari Supriyanto.

Selain itu warga setempat curhat kepada Kejari, bila jalan yang sering mereka gunakan beraktifitas setiap hari terlalu sempit dan butuh pelebaran. Warga khawatir bila sesuatu yang krusial terjadi, seperti kebakaran maka mobil pemadam kebaran memungkinkan tidak bisa masuk.

“Kebetulan pada pertemuan tadi ada pihak dari Dinas Kesehatan. Maka saya sampaikan kepada mereka, agar hal ini disampaikan kepada pimpinannya dan segera melakukan pertemuan untuk dirapatkan dan melibatkan pihak-pihak terkait secara komprehensif agar kajiannya tepat dan menghasilakan keputusan yang benar”,tutup Dr Supriyanto.

Ditempat yang sama Kadis Perkim Kabgor Rahmat Doni Lahatie menyambut baik saran dari Kejari Limboto agar segera mencari titik permaslahan IPAL tersebut.

“Besok (hari ini red) fasilitator, pendamping, teknisi akan turun langsung, mencari dimana titik lemahnya,”kata Kadis.(Rollink).