Nyanyian Airmata Karya Hilwin Nisa’, Penyair asal Blitar

oleh

*Nyayian Air Mata*

Masih melaju bersama kereta waktu
Sesekali mengintip dari gerbong jiwaku
Melihat nyawa-nyawa yang lalu lalang
Dengan keringat yang bercucuran

Keriput peraupannya tak sesenti pun mengikis semangat mereka
Rupanya, ketulusan masih saja berjodoh di sarang kedalaman mereka
Senyum yang beradu bau anyir lelah, masih saja melebihi wangi segala apa

Tangisku masih bernyanyi
Menyuarakan bait-bait perih di ulung hati

Lukisan kejernihan mereka masih begitu melekat
Sementara di sana, tangan-tangan raksasa masih dengan semena memperkosai mereka
Sedang tangan ringkihku, masih saja tak berdaya

Pengasih segala kasih,
Pada-Mu ku titipkan syair air mata
Mohon selamatkan kesucian mereka
Dari kebringasan segala raksasa

Hilwin Nisa’, pemudi asal Blitar. Selain senang bergelut dengan deretan angka, dia juga merasa lebih merdeka saat bercumbu dengan untaian kata-kata. Merasa lepas saat menari bersama aksara.