Kembali Oknum Guru SD Di Pinrang Diduga Lakukan Pencabulan Terhadap Siswinya Di WC Sekolah

oleh
pencabulan oleh oknum Guru SDN inisial LK
Foto : Tempat kejadian dugaan pencabulan oleh oknum Guru SDN inisial LK

Lidik Pinrang – Sebelumnya terjadi kasus pencabulan yang dilakukan oleh salah satu guru honor inisial LS (25) salah satu guru SD di Desa Kaseralau, Kecamatan Batulappa,Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan (Sulsel) yang dilaporkan ke polisi atas dugaan pencabulan terhadap muridnya, NR (8), pada Senin (21/3/2016) lalu

Awal tahun 2017 Citra guru pendidikan di kabupaten pinrang kembali tercoreng namanya setelah mencuat kasus pelecehan seksual yang diduga dilakukan oleh seorang guru SD beberapa hari yang lalu.

Seorang guru inisial LK (24) tenaga honor di salah satu Sekolah Dasar Negeri (SDN) Dusun majjakka,Desa Watangpulu Kec.Suppa Kab.Pinrang,Sulawesi Selatan diduga kuat telah melakukan pencabulan terhadap siswinya berinisial DM (11) yang masih duduk dibangku kelas 6.

pencabulan oleh oknum Guru SDN inisial LK
Foto : Tempat kejadian dugaan pencabulan oleh oknum Guru SDN inisial LK

Didepan orang tuanya,korban DM mengaku jika dirinya diperlakukan tidak senonoh di dalam kamar mandi (WC) sekolah oleh gurunya LK,dalam pengakuanya DM menjelaskan kalau di dalam WC pelaku LK melakukan niat bejatnya dengan membuka restleting rok dan celana dalam DM saat jam istrahat berlangsung pada hari jumat lalu (13/01/2017).

Mengetahui pengakuan korban,orang tua DM berinisial DHL langsung membuat laporan ke Kepolisian Resort Suppa,agar pelaku segera ditangkap dan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku.

Jumat malam (13/01/2017) pukul 19.30 WITA, pelaku berinisial LK ini ditangkap oleh aparat Kepolisian Resort Suppa,atas dugaan Pelecehan Sensual dibawah umur.

Saat dikonfirmasi langsung tentang kasus pencabulan terhadap anak dibawah umur ini,pihak Kepala Sekolah juga membenarkan bahwa dugaan sementara siswi DM dicabuli oleh pelaku LK dan sedang dalam proses hukum,Selasa 17/01/2017,

Akibat perbuatan ini,pelaku LK terancam dengan Undang-Undang perlindungan anak, Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 15 (lima belas) tahun.

(RSD/BCHT)