Oknum Polisi Penipu Telah DiLaporkan, Korban Merasa Tak Ditanggapi Polisi

oleh
Korban Penipuan Aipda Jufri, anggota Polsek Gantarang Polres Bulukiumba, .Fatimah yang mengaku ditipu ratusan juta

SUARALIDIK.com, BULUKUMBA – Hajjah Fatimah Binti Muh.Ali (51), warga Jalan Baronang Kelurahan Kalumeme Kecamatan Ujung Bulu Kabupaten Bulukumba, yang telah melaporkan Kasus penipuan ratusan juta yang dialaminya dengan terlapor oknum anggota Polisi Polres Bulukumba, Aipda Jufri.

Ibu Hajjah ini mengaku ditipu oleh Oknum Bintara Senior Polres Bulukumba yang bertugas di Polsek Gantarang tersebut dan Laporan Polisi yang di buatnya pada bulan Agustus 2016 lalu sampai hari ini belum ada kejelasan proses hukumnya, sementara yang bersangkutan, Pelalku penipuan tersebut masih berkeliaran.

“Saya sudah laporkan kasus tindak pidana penipuan ini ke Polres Bulukumba, pada tanggal 26 Agustus 2016 lalu dengan LP/386/VIII/2016/Res Bulukumba/Sulsel, namun saya merasa ada pembiaran dari Kepolisian yang hingga saat ini belum menyampaikan hasil pemeriksaan sampai dimana, padahal pelaku leluasa ji berkeliaran di luar” ujar Fatimah kepada SuaraLidik.com di kediamannya, Jl.Baronang No.32 Kelurahan Kalumeme, Kamis (20/10/2016) sore sekitar pukul 15.00 Wita.

Aipda Jufri, dia laporkan telah melakukan tindak pidana penipuan serta penggelapan sebesar Rp 420 juta pada Tahun 2014 silam.

Yang bersangkutan dengan secara nyata bersama istrinya Santi Hamid telah menipu saya dengan menawarkan perjanjian kerjasama bisnis minyak solar pada Tahun 2014, namun hingga hari ini tidak setetes pun solar yang akan dikerjasamakan tersebut pernah saya lihat ” Ujar Fatimah geram sambil menahan gemuruh didalam dada mengingat uangnya yang ratusan juta kini diembat oleh Juri dan istrinya tersebut.

Fatimah menceritakan awal mula perkenalannya dengan Jufri pada tahun 2014 silam yang secara tiba-tiba bertamu kerumahnya bersama dengan istrinya yang bernama Santi Hamid. Jufri saat itu tidak mengaku Polisi namun sebagai seorang pengusaha minyak yang mempunyai cabang usaha di Bulukumba dan Pangkep.

Hj,Fatimah Binti Muh.Ali, korban penipuan ratusan juta oleh oknum Polisi Aipda Jufri di Bulukumba
Hj,Fatimah Binti Muh.Ali, korban Penipuan Oknum Polres Bulukumba Aipda Jufri yang telah menipu dirinya sebesar Rp 420 Juta- ANDI AWAL/SUARALIDIK

Jufri pun menawarkan kerjasama berbisnis minyak jenis solar untuk daerah Bulukumba bahkan sampai ke Pangkep di pabrik Semen Tonasa, namun saat itu Fatimah masih belum mengiyakan karena baru mengenal Jufri bersama istrinya.

Seminggu berselang, Jufri kembali kerumah Fatimah dan kini berseragam Polisi dengan pangkat Aipda, dan akirnya Fatimah pun menerima tawaran kerjasama minyak dengan Jufri, pada tanggal 25/9/2014, Fatimah memberikan uang titipan sementara sebanyak Rp 150 Juta kepada Jufri yang diterima oleh istrinya, lalu kembali pada tanggal 25/9/2014, Fatimah kembali menyetor dana sebesar Rp 210 Juta dan yang menerima adalah Santi ,Istri Jufri sementara Jufri yang bertanda tangan diatas materai.

Kemudian pada tanggal 2/10/2014, untuk ketiga kalinya Fatimah kembali memberikan uang sebanyak Rp 60 Juta dan menanyakan, kapan dirinya menerima hasil yang pada pertama kalinya Jufri menjanjikan kepada Fatimah untuk pertangki solar,dirinya akan mendapatkan keuntungan sebesar Rp 2,5 Juta. Namun, Jufri mengelak dengan alasan minyak masih berjalan dan nanti sekaligus akan diberikan seluruhnya kepada Fatimah.

Sejak penyetoran yang ketiga kalinya tersebut, Jufri sudah tidak pernah lagi menemui Fatimah hingga hari ini, dan nomor ponselnya tidak pernah di angkat jika Fatimah menelpon dirinya serta sms dari Fatimah pun tidak dibalas. Fatimah yang curiga dirinya telah ditipu oleh Jufri dan istrinya Santi Hamid lalu melaporkan kasus tersebut kepada Polres Bulukumba setelah hampir dua tahun lamanya ,Jufri membawa lari uang ratusan juta miliknya.

” Saya tidak pernah mengira,Dek, kalau Jufri mau menipu saya karena dia seorang Polisi yang tahu dan paham seluk beluk hukum, dan kenapa saya melaporkan hal ini karena anak saya yang juga seorang Polisi menyarankan agar Jufri dilaporkan ke pimpinannya. Yang lebih mengherankan lagi, setiap saya akan menemuinya di kantor Polsek Gantarang, Jufri tidak pernah masuk kantor dan rekan sekantornya pun mengatakan kalau yang bersangkutan sudah lama tidak masuk bertugas ” ucap Fatimah yang sore tadi didampingi oleh Sekretaris DPW LSM LIDIK Sulsel, Muh. Darwis.

Kami DPW LSM LIDIK Sulsel meminta dengan tegas kepada Kapolres Bulukumba agar tidak menutup mata dengan kelakuan anggotanya tersebut yang secara nyata-nyata telah melakukan penipuan serta penggelapan kepada masyarakat biasa, apalagi Aipda Jufri ini sudah jarang masuk kantor sejak adnya hutang piutang dengan Hj.Fatimah ” tegas Darwis yang telah diminta oleh Hj.Fatimah untuk mengawal dan mendampingi kasusnya tersebut.

Lebih lanjut Darwis menambahkan bahwa bukan hanya Fatimah yang di tipu oleh Jufri, namun berdasarkan laporan dan pengaduan warga yang masuk ke LSM Lidik, masih ada tiga warga lainnya yang menjadi korban penipuan bisnis minyak solar oleh Jufri bersama istrinya Santi Hamid.

Investigasi kami, menemukan aset dari yang bersangkutan ( Jufri )di Kabupaten Pangkep memiliki rumah mewah yang di sewakan sebagai kost-kostan karyawan dan mahasiswa Pangkep, ini juga yang mesti di usut oleh Kapolres ” pungkas Darwis.