Operasi Zebra Meregang Nyawa di Bulukumba, Puluhan Aktivis IMM “Kepung” Polres

oleh
Unjuk Rasa Puluhan Aktivis IMM di depan Mapolres Bulukumba Terkait Operasi Zebra yang Meregang Nyawa Zainal Abidin. Selasa (7/11/17).

BULUKUMBA, Suaralidik.com – Aksi kecaman terus disuarakan beberapa pihak yang mengawal kasus meninggalnya salah seorang warga kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, Zainal Abidin yang diduga mendapat tindakan pemukuluan salah satu oknum anggota Polisi Lalu Lintas (Polantas) Polres Bulukumba yang merengang nyawa.

Unjuk Rasa Puluhan Aktivis IMM di depan Mapolres Bulukumba Terkait Operasi Zebra yang Meregang Nyawa Zainal Abidin. Selasa (7/11/17).

Hari ini, Selasa (7/11/17) puluhan aktivis dari Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Bulukumba, menggelar aksi Solidaritas, mengecam tindakan pemukulan Oknum Polantas tersebut yang berbuntut maut.

Terpantau, sekitar 50 orang demonstran mengepung kantor Satlantas Bulukumba sambil berorasi meneriakkan kecaman. Aksi kemudian berlanjut ke Mapolres Bulukumba.

Adapun tuntutan mereka yakni, kembalikan citra lembaga kepolisian sebagai pengayom, pelindung dan pelayan masyarakat. Hentikan kekerasan terhadap masyarakat kecil.
Meminta kapolres Bulukumba untuk menindak Anggota satlantas Bulukumba yang diduga melakukan tindak kekerasan terhadap almahrum Zainal Abidin.

Aksi yang di koordinir oleh dan selaku ketua Bidang Hikmah PC. IMM Bulukumba “menegaskan bahwa

“aksi ini murni kami laksanakan untuk menegakkan dan menjunjung tinggi sebuah aturan yang telah ditetapkan, dimana hukum itu dilaksanakan tanpa memandang siapa dia. Jika yang melanggar aparatur negara maka siap di beri sanksi sesuai aturan yang berlaku,” ujar Koordinator Lapangan, Abdul Ghoni Askur.

Lanjutnya menuturkan selaku kader IMM ingin mengembalikan citra kepolisian yang saat ini telah tercederai dimata masyarakat akibat ulah oknum polisi yang bersikap premanisme saat bertugas.

“Kami dari IMM siap mengawal kasus ini sampai Selesai, sampai menemukan titik terang dibalik masalah yang terjadi sekarang ini, karena ini juga berkaitan dengan eksistensi daerah Kabupaten Bulukumba di mata daerah yang lain,” ucapnya.

Sementara, Kapolres Bulukumba, AKBP Muh Anggi Naulifar Siregar yang menerima langsung pengunjuk rasa mengapresiasi langkah yang dilakukan IMM. “pemuda hari ini masih peduli terhadap aparatur negara untuk mengembalikan citra kepolisian, utamanya masalah yang terjadi di daerah Bulukumba,” kata AKBP Anggi.

Selain itu, Kapolres menegaskan akan serius dalam penanganan tindakan anggotanya itu. Ia juga berjanji akan transparan bagi seluruh pihak yang mengawal kematian Zainal (alm).

“Bahwa oknum polisi yang bertindak keras kepada pengendara roda dua yang merenggut nyawa, kami akan bersikap tegas, memberikan sanksi sebagaimana yang telah di atur dalam undang-undang,” tandas AKBP Anggi.