OPINI : Pemimpin Ideal

oleh

Oleh : Drs.H.Muh.Tabri *)

– Sering kali saya dengan kata-kata bijak seorang motivator, bahwa semua orang bisa menjadi pemimpin. Kata-kata bijak itu bagi saya tidak seluruhnya benar. Kenapa ? karena menurut saya, menjadi seorang pemimpin itu merupakan suatu talenta atau kelebihan yang dimiliki orang tertentu, terlebih menjadi seorang pemimpin yang ideal terutama bagi orang yang menjadi pemimpin untuk banyak orang.

Pemimpin yang baik adalah yang berproses, pernah menjadi anak buah serta pernah jatuh bangun dengan berbagai kegagalan. Pemimpin yang baik dan tangguh adalah yang diuji dengan kematangan,setiap pemimpin pasti menghadapi tantangan karena kekurangan seorang pemimpin makin tinggi akan makin kelihatan. Cacian maupun fitnah akan datang silih berganti bahkan kesaahan dan kekurangan disana-sini akan diungkap dengan segala cara oleh segelintir orang yang tidak atau bahkan dengan iseng numpang balas dendam.

Kunci seorang pemimpin yang ideal adalah mampu mengambil keputusan dengan cepat dan tepat dengan tidak melarut-larutkan masalah, karena pemimpin yang baik dan ideal adalah CCA ” Cepat,Cermat dan Akurat “.

Pemimpin juga harus adil pada bawahan. Keadilan pada bawahan bisa membuat 50 persen program akan menjadi berhasil.

Pemimpin juga harus menunjukkan arah dan mempertajam program. Pemimpin tidak boleh diam karena harus selalu melakukan evaluasi dengan kontrol yag kuat.

Dan pemimpin yang baik itu tidak boros, harus melakukan efisiensi dari segala gerakan dan aktivitas. Sehingga tidak terjadi kebocoran yang mengakibatkan kerugian dimana-mana termasuk korupsi.

Memang menjadi sebuah pertanyaan besar bagaimana bisa mendapatkan pemimpin kalau masyarakat memilih pemimpin dengan cara yang keliru karena harus menunggu berapa uang yang harus didapat dari calon yang akan dipilih. Olehnya itu semakin tinggi jabatan yang ingin diraih maka semakin ketat seleksi yang dilalui.

Olehnya itu pemimpin tidak boleh lahir dengan tiba-tiba, tidak boleh hanya karena banyaknya uang lalu ingin meraih kekuasaan, karena pemimpin harus punya kemampuan intelektual dan kecerdasan yang mumpuni karena pemimpin tidak boleh lahir dengan tiba-tiba.

Darimana Pemimpin Itu Lahir

Kita semua tahu bahwa setiap manusia keluar dari rahim ibu setelah dikandung selama 9 bulan. Dan pada dasarnya pemimpin yang  baik lahir dari seorang Ibu dan Bapak yang mendidik dan mengantarnya untuk menjadi pemimpin. Kita percaya bahwa kultur dibawa seorang Ibu akan lahir seorang pemimpin.

Dari Ibu dan Ayah kita diajarkan bagaimana melihat tetangga yang sakit, melihat guru serta teman yang sakit, mengucapkan selamat kepada rekan dan sahabat serta handai taulan yang sedang berbahagia, berbagi jajan dengan adik jika uang jajan dari Ibu dan Ayah pas-pasan, mendoakan kedua orang tua setiap habis sholat baik yang masih hidup maupun yang telah tiada.

Ingat baik-baik, tidak akan pernah cita-cita Anda akan berhasil kalau kedua orang tua tidak ridho, jangan membuat ibu maupun bapakmu sakit hati apalagi menangis karena sakit hati dengan ulahmu. ” SURGA ADA DIBAWAH TELAPAK KAKI IBU “

Pemimpin Itu Diibaratkan Sebagai Tumbuhan

Kalau mau jadi pemimpin yang besar, bersiaplah dengan angin kencang bahkan angin topan sewaktu-waktu bisa menumbangkanmu. Tapi kalau tidak mau diterpa angin tersebut, silahkan jadi rumput dan Anda pun akan di injak-injak banyak orang. Olehnya itu pemimpin harus memiliki kesiapan yang luar biasa.

Ketahanan seorang pemimpin menghadapi tantangan tidak terlepas dari sosok Ibu yang mengajarkan ketahanan mental mendidik serta mengasuh dalam keadaan sakitpun kalau anaknya butuh sesuatu, Ibu selalu memperlihatkan keceriaan dan ketegaran demi cita-cita sang anak.

5 Syarat Menjadi Pemimpin Yang Ideal

1. Harus cerdas ,tidak boleh goblok dan asal suara keras. Kecerdasan harus diatas rata-rata
.2. Punya kemampuan bersih dan membersihkan diri dari noda korupsi dan gratifikasi
3. Punya Kapabilitas, mampu serta cakap dan pandai merujuk teori bahwa kemampuan atau kesanggupan menjawab tantangan kedepan
4. Keberanian yang cukup untuk cita-cita yang baik. Artinya tahu diri kalau mau menjadi pemimpin yang baik jangan ngomong mau jadi pemimpin. Lihat  kondisi disekeliling dan internal. Belum berterima kasih dengan fasilitas dan jabatan yang ada namun sudah mau lagi jabatan yang diatasnya. Ingat jabatan bukan diperuntukkan  bagi seseorang saja. Tapi untuk digilir, olehnya itu ada periode dan masa jabatan. Dan tidak seperti masa kerajaan jaman dulu  bahwa Tahta dari bapak akan turun ke anaknya
5. Pemimpin yang dibutuhkan adalah pemimpin yang kekinian. Yaitu yang mengetahui kondisi masa kini

Terima Kasih Redaksi SuaraLidik, Sukses Selalu menyertai !

*) Penulis adalah Senior dan Pembina LMP Markas Daerah Sulsel sekaligus Tokoh Pemuda Sulawesi Selatan

Editor : Andi Awal-SuaraLidik


Abdul Nazaruddin

Rujadi

H.Askar

Harris Pratama