Pagar Sekolah Disegel, Guru dan Pelajar SLB Datangi Kantor Bupati Bulukumba

oleh

suaralidik.com, Bulukumba–Sekitar 100 orang guru, siswa, dan pelajar SLB (Sekolah Luar Biasa), dipimpin oleh Kepala SLB, H. Muh Sahib, Spd dan Anggota DPRD Bulukumba, Fahidin Hdk, mendatangi kantor Bupati Bulukumba untuk menemui Bupati A.M.Syukri Andi sappewali, selasa (05/12) pagi.

Kedatangan mereka bertujuan untuk meminta solusi dari Bupati Bulukumba terkait pemasangan kawat berduri di sekitar Sekolah SLB yang terletak di Jl. Teratai, Kel, Caile, Kec. Ujungbulu, Kab. Bulukumba. Menurut keterangan mereka, penyegelan dilakukan oleh Junaedi, seorang pegawai Dinas Perikanan Kab. Bulukumba.

Kawat berduri yang dipasang di pintu masuk sekolah membuat aktifitas belajar mengajar terhambat. Diketahui, penyegelan saat ini adalah yang ke-8 kalinya dan di lakukan oleh orang yang sama dengan alasan tanah tempat SLB adalah miliknya.

Dalam aksinya, siswa dan pelajar membawa selebaran yang bertuliskan:

– Hari disabilitas ada hari kebanggaan kami, tapi kami rayakan dengan kedukaan sekolah kami di segel.

– Hak kami diterobos oleh oknum yang tak bertanggung jawab.

– Mohon perhatikan kami, sekolah kami di segel.

Mereka juga menuntut ketenangan aktifitas proses belajar mengajar tanpa adanya intimidasi dari pihak luar sekolah, terlebih, hari ini masih dalam masa ujian Semester. Selain itu, mereka ingin Pemda Bulukumba segera membuka segel kawat berduri dengan pengawalan dari petugas keamanan, dalam hal ini Polres Bulukumba dan satpol PP.

Sekda Bulukumba, Drs. A. Bau Amal, mengatakan, pihak mereka untuk saat ini meminya kepada guru dan pelajar untuk kembali dulu, sebab masalah ini harus dibicarakan terlebih dahulu.

“Pada hari ini juga Pemda akan segera melaporkan permasalahan ini ke Polres Bulukumba untuk membuka Kawat berduri yang telah di pasang sehingga aktifitas belajar bisa normal kembali.” Ujar A. Bau Amal.

Pihak Pemda Bulukumba kemudian meminta pihak sekolah agar segera buat laporan penyerobotan ke Polres Bulukumba.

Guru dan pelajar SLB akhirnya membubarkan diri sekitar pukul duabelas siang, setelah sebelumnya, Kepala SLB didampingi oleh Kakesbangpol, A. Mappaida, melaporkan masalah penyegelan ini ke pihak kepolisian setempat.