“Pamit ” Setelah Kutiada Mungkin Baru Terasa Baginya

oleh
Seorang suami menangis
Illustration : Seorang suami menangis yang jiwanya teraniaya oleh sitrinya sendiri

Artikel – Manusia pada umumnya menganggap semua hal biasa saja ketika kesempurnaah hidup sedang berfihak padanya dan ini banyak terjadi di lingkungan sosial.

Rumah,Mobil,Usaha,Martabak,Jabatan,Istri yang cantik,Suami yang gagah,Anak yang lucu,Investasi yang banyak dan masa depan yang cemerlang mendekati titik sempurna dan mengagumkan.

Seorang suami menangis
Illustration : Seorang suami menangis yang jiwanya teraniaya oleh sitrinya sendiri

ini terbentuk dari beberapa unsur,boleh jadi karena usaha dan kerja keras seseorang hingga ini terwujud,boleh jadi karena mereka hingga semua ini bisa diperoleh dengan mudah,boleh jadi karena suami,boleh jadi karena istri,boleh jadi karena anak dan boleh jadi karena usaha bersama.

mereka ini semua adalah unsur.. bergabung secara kompleks dan menghasilkan sesuatu yang sempurna untukmu.

Sebuah tulisan yang menarik untuk kita simak bersama tentang terikan
jiwa seorang suami yang bekerja keras dalam kehidupannya agar bisa
mendekati titik sempurna bersama keluarganya.

Lelaki Pamit

” Mungkin jika sudah tiada barulah disadari dan dingat kembali semua
yang pernah ia lakukan ternyata untuk kita semua juga..”

Pamit
Tidaklah harus diucapkan didepan seseorang.. pamit tidak harus pergi
kemana,pamit bisa berarti memberi titik batasan untuk bisa dijangkau
lagi..

” Pamit ” menuju ke hidupan selanjutnya jauh darimu yang berwajah cantik
namun menyejukkan jiwa.

Pamit dimana engkau tidak bisa menginjak-injak tubuh ini..menyiksa
wajahku dengan telapak tanganmu,cekek leherku dengan sikumu..
pamit dimana ku tidak bisa lagi mendengarkan ocehan ” anjing,munafik “
dari mulut yang cantik itu..

Langkah yang diukur,gerakan yang dibatasi,pekerjaan yang diatur..terasa
berada didalam sangkar yang harus kujalani.
pamit dari sangkar ini memungkinkanku menghirup udara segar disana.

jangan pernah ada tangis setelah ini karena kutahu dikau menginginkannya

Tulisan ini dikirim ke redaksi melalui email suaralidik.com oleh lelaki yang enggan disebutkan namanya,diakhir pesan tertulis bahwasannya ini adalah pengalaman pribadi