banner 728x250

Panwaslu Hentikan Paksa Kampanye Perdana CEP-SSL di Bolmut

  • Bagikan
Potret saat Panwascam Kaidipang dan anggota Polres Bolmut saat menghentikan kampanye perdana CEP-SSL di Boroko
Potret saat Panwascam Kaidipang dan anggota Polres Bolmut saat menghentikan kampanye perdana CEP-SSL di Boroko

BOLMUT, SuaraLidik.com – Kampanye perdana pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Sulawesi Utara tahun 2020, untuk nomor urut satu (CEP – SSL) di Christiany Eugenia Paruntu dan bakal calon wakil gubernur Salim Sehan Landjar di Boroko, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara dihentikan paksa Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan Kaidipang, pada Kamis (15/10/2020).

Pasalnya, kampanye yang seharusnya  terbatas 50 orang saja itu, tidak mematuhi anjuran pemerintah dalam mencegah penyebaran Covid-19, berupa menjaga jarak satu sama lain dan tidak menerapkan protokol kesehatan dengan baik.

banner 728x250

Berdasarkan pantauan awak media ini, kampanye yang dimulai pukul 16.00 wita itu, peserta kampanye melebihi kapasitas yang ditentukan oleh Panitia Pengawas Pemilu yakni 50 orang. Belum lagi, sejumlah peserta kampanye tidak menggunakan masker dan tidak menerapkan physical distancing (menjaga jarak, red).

”Peserta umum sebagian besar telah menggunakan masker namun tidak menjaga jarak minimal satu meter dan berkerumun pada saat calon Wakil Gubernur SSL turun dari kenderaan menyapa para pendukung, ” Tutur Ketua Panwaslu Kecamatan Kaidipang, Abdul Muin Wengkeng, S.Hut, kepada awak media ini.

Lanjut Wengkeng, Divisi HP3S dan Divisi PHH Panwascam Kaidipang telah memberikan teguran keras secara tertulis kepada tim pemenangan kampanye yang diterima langsung oleh Syaiful Ambarak karena telah melewati batas waktu yang telah ditentukan pukul 17.00 dan tidak menjaga jarak aman pada saat kampanye.

”Pukul 17.23 wita kepolisian telah mengambil tindakan tegas menghentikan dan membubarkan kegiatan sesuai rekomendasi yang dikeluarkan oleh Panwaslu Kaidipang berikan sebelumnya kepada tim pemenangan dan peserta kampanye membubarkan diri dengan tertib, ” Pungkas Wengkeng.

Sementara itu, Syaiful Ambarak selaku tim pemenangan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur nomor satu CEP – SSL pemilihan gubernur dan wakil gubernur propinsi sulawesi utara Tahun 2020 membantah akan pernyataan ketua Panwascam Kaidipang. Menurutnya, kampanye perdana yang digelar di desa Boroko itu sudah sesuai aturan.

”Peserta yang hadir hanya berjumlah 45 orang saja, tidak melebihi jumlah maksimal dan itu sesuai daftar hadir yang masuk ke tim kampanye, ” Tangkis Ambarak.

Politisi Partai Golkar tersebut menegaskan dimana tanggung jawab tim pemenangan kampanye hanya peserta yang ada dalam ruangan, diluar dari itu bukan tanggung jawabnya.

”Kalau soal masyarakat yang bergerombol diluar, menyambut kedatangan calon wakil gubernur nomor satu SSL itu diluar dari konteks kami. Mungkin bagian dari antusias masyarakat terhadap kandidat, ” Pungkasnya (***Chan)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *