Panwaslu Pangkep Janji Beri Tindakan Siapapun Pembocor Dokumen IYL-Cakka

oleh
Samsir Salam
Samsir Salam

PANGKEP – Panwaslu Pangkep tak mau tinggal diam menindaklanjuti indikasi bocornya dokumen kerahasiaan berkas dukungan pasangan Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka).

Kendati fakta penggiringan opini lewat rilis berita yang dikirim salah satu kubu tertentu ke media-media mengarah ke “hoax”, namun Panwaslu berjanji tetap akan memberi perhatian khusus.

“Saya sudah dengar kabar soal ini. Kami akan klarifikasi dulu sambil menunggu informasi yang valid,” kata Ketua Panwaslu Pangkep, Samsir Salam saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (12/12/2017).

Menurut dia, jika memang ada dokumen dukungan KTP yang keluar publik sebelum tahap verifikasi faktual, maka itu jelas pelanggaran. “Yang membocorkan sudah pasti akan kami proses dan sanksi,” tegas Samsir.

Seperti diketahui, indikasi bocornya dokumen dukungan KTP IYL-Cakka mencuat, Senin kemarin. Kronologinya, salah satu dokumen diunggah di media sosial facebook. Lalu, si pemilik KTP mengaku tidak pernah memberikan KTP-nya sebagai bentuk dukungan. Yang kemudian memunculkan opini bahwa IYL-Cakka mencaplok KTP warga satu desa oleh pihak yang punya afiliasi ke kandidat tertentu.

Sebelumnya KPU Pangkep meragukan kebenaran data yang dimunculkan dalam berita yang dirilis massif salah satu pihak yang punya afiliasi ke rival IYL-Cakka.

Komisioner KPU Pangkep, Jumadil menegaskan, isu pencaplokan KTP warga di Desa Kabba, Kecamatan Minasatene, masih sangat diragukan. Sebab, isu itu beredar sebelum masuk tahapan verifikasi faktual.

Apalagi, syarat dukungan bakal calon dituangkan dalam form B1 KWK yang disertai KTP.

“Apakah betul Desa Kabba yang katanya di media, dicaplok itu betul? Kita belum bisa memberikan gambaran sejauh itu. Karena mengambil KTP nya orang itu bukan mencuri, karena ada pernyataannya di situ,” ungkap Jumadil.

Di Pangkep, jumlah dukungan IYL-Cakka berjumlah 44.908 orang. Dukungan ini tersebar di 13 kecamatan di Kabupaten Pangkep.