Pariwisata Bulukumba Raih Pendapatan Rp 458 Juta Selama Hari Libur

oleh
Wisatawan padati Pantai Bira, Bulukumba hari libur kemarin.

BULUKUMBA, Suaralidik.com — Selama hari libur, Dinas Pariwisata Kabupaten Bulukumba berhasil mengumpulkan dana retribusi masuk wisata sebesar Rp. 458
juta. Hal ini berlipat 2 kali dari libur hari Raya pada 2016 lalu yang
hanya Rp 200 juta saja. Jumlah tersebut sudah termasuk pendapatan libur hari raya dan cuti bersama.

Kepala Dinas Pariwisata Bulukumba, Muh Ali Saleng, Selasa 4 Juli 2017 mengatakan jika libur panjang ini memberikan pemasukan tersendiri bagi daerah, khususnya bagi Dinas Pariwisata yang berhasil
mengumpulkan anggaran Rp. 458 juta dengan jumlah pengunjung sebanyak 440.113 jiwa di tiga tempat wisata Bulukumba, yakni Pantai Bira, Permandian Hila-Hila dan Pantai Samboang.

Wisatawan padati Pantai Bira, Bulukumba hari libur kemarin.

“Namun para wisatawan masih fokus di Bira, karena seperti Samboang dan Hila-Hila hanya mengumpulkan Rp 800 ribu saja,” ujarnya.

Banyaknya pengunjung, menurut Ali bukan menjadi rujukan besarnya
retribusi, karena kebanyakan merupakan tamu daerah dan tamu warga asli Kawasan Bira.

Bertambahnya pengunjung di hari libur ini, lanjut Ali sangat dipengaruhi dengan event Bira Beach Run yang dilaksanakan kemarin, selain itu panjangnya libur membuat pengunjung memadati Bira.

Ali mengaku masih optimis meraih pendapatan yang ditarget 2017 ini yang sebesar Rp6.826.660.000 dengan mengoptimalkan publikasi dan liburan seperti Idul Adha, Natal dan Tahun Baru, serta event lainnya yang akan dilaksanakan seperti
Festival Pinisi yang akan digelar November mendatang.

“Juli ini masih diangka 1 miliar lebih, dan kami masih optimis meraih target meski berlipat 2 kali dibanding tahun 2016 silam Rp 3,6 Miliar,” jelas mantan sekertaris DPRD Bulukumba ini.

Untuk meraih target, Ali mengaku tidak ingin menggebu-gebu menaikkan tarif masuk, yang ditakutkan akan membuat para wisatawan akan lari dengan banyaknya wisata lain yang terus berbenah, sedangkan Bira dan Samboang masih dalam tahap perbaikan.