Pasar Sentral Bulukumba Mulai Tak Aman, Aksi Pembobolan Toko Mulai Marak

oleh
Photo : Aksi pembobolan kios atau Toko di pasar sentral Bulukumba marak, pengamanan pasar diminta ditingkatkan

BULUKUMBA, SUARALIDIK.COM – Pasar Sentral Bulukumba mulai tak aman bagi pedagang. Pasalnya selang beberapa bulan, aksi pembobolan toko mulai marak terjadi. Mau bukti ? Lihat aksi  maling pembobok toko pada hari Senin (27/8/2018). Sekurangnya ada  Empat kios di Pasar Sentral Bulukumba, Jl Samratulangi, Kelurahan Caile, Kecamatan Ujung Bulu yang dibobol maling.

Menurut, Salah satu pemilik kios H Ikhsan  mengatakan, bahwa dia baru mengetahui kiosnya dibobol maling sejak pagi tadi.

Seluruh barang yang baru ia terima sehari sebelum kejadian dijarah oleh maling. Sebagian besar mainan jualannya dia liat telah banyak berserakan dilantai.

Dia ambil mainan seperti mobil-mobilan remot. Padahal barangnya ini baru semua datang. Diduga kuat maling masuk ke kios lewat atap kios.

Ikhsan mengaku sangat kecewa dengan pihak petugas keamanan pasar, pasalnya kejadian tersebut bukan kali ini saja terjadi di pasar itu.

Ia bahkan menyebut pihak pengamanan pasar tak bekerja. Kalau pun bekerja, kata dia, mereka tidak melakukan patroli keliling pasar.

“Kita rutin bayar iuran Rp 5000 per bulan. Seandainya dia keliling, pasti dia dapat ini maling. Karena pasti lama di dalam. Bahkan sempat menggonta-ganti baterai, bahkan juga sempat mengecas baterainya,” sesal H Ikhsan.

Akibat pembobolan itu Ikhsan mengaku mengalami kerugian sekitar Rp 5 juta.

Pedagang lain, Samsir juga mengungkapkan kekesalannya. Penjual barang campuran ini mengaku kehilangan radio tape.

Sebelumnya, sekitar 10 hari yang lalu, ia mengaku kiosnya juga dibobol maling dan uang Rp 40 ribu miliknya berhasil dibawa kabur.

“Dia congkel pintu lalu dia ambil radioku. Kalau barang, saya kurang tahu karena tidak begitu kentara, tidak ditau kalau ada yang kurang,” katanya.

Kepala Pasar Sentral Bulukumba, Baharuddin yang dimintai keterangannya mengaku bakal melakukan evaluasi kepada petugas keamanan.

Pasalnya, para petugas keamanan tersebut mendapat gaji setiap bulannya namun tak bekerja sesuai dengan tanggung jawabnya.

Bahkan dia menyebut, bahwa kejadian ini merupakan kelalaian dari pihak pengamanan pasar.

“Ini adalah wewenang pihak pengamanan pasar. Apa fungsi mereka, apakah cuman datang tidur atau bagaimana? kita akan evaluasi ini dengan menghadirkan kepala badan,” katanya.

Ia juga berencana bakal melakukan perampingan kelompok jaga. Yang sebelumnya sebanyak tiga kelompok, bakal dijadikan menjadi dua kelompok.

Tujuannya, kata dia, agar petugas yang berjaga dalam satu sesi lebih banyak dan diharap dapat tersebar diseluruh penjuru pasar.(***iswanto)