Paska Banjir, Warga Desa Bukit Tinggi Gantarang Terpaksa Gunakan Tali Sebrangi Sungai

oleh -226 views
Warga desa Bukit tinggi
Seperti ini cara warga desa Bukit tinggi menyebrangi sungai yang terletak di dusun Borongtellue

Bulukumba,  suaralidik.com – Warga desa Bukit Tinggi di dusun Borongloe kecamatan Gantarang kab Bulukumba terpaksa menggunakan bentangan tali untuk menyebrangi sungai.

Hal ini dilakukan lantaran jembatan bambu yang ada sebelumnya ikut terseret dengan arus banjir yang terjadi beberapa hari yang lalu.

Selain Pemerintah setempat, Pemandangan ini juga disaksikan langsung DANRAMIL 1411/01 Gangking yang diwakiki oleh Kapten Arh Sahabuddin yang datang berkunjung pada hari Kamis (6/7/2018) kemarin.

DANRAMIL GANKING
Kunjungan DANRAMIL GANKING bersama dengan Babinsa, Kepala desa Bukit tinggi, Kepala Dusun dan aparat lainnya ke lokasi jembatan paska banjir, Kamis (6/7/2018)

Didampingi Babinsa Ikhwan Nur, Sahabuddin menyaksikan betapa susahnya warga menyebrangi sungai yang hendak menuju ke perkebunan atau ke lokasi sawah.

Diketahui jembatan bambu yang juga menghubungkan desa Bontonyeleng ini merupakan akses yang paling banyak dilalui ketika warga hendak ke sawah atau sedang mengangkut hasil panen padinya.

Kepala desa Bukit Tinggi Syafruddin yang juga berada di lokasi menyebutkan kalau pihaknya sudah sering kali mengajukan pembuatan jembatan dalam musrembang namun tidak pernah direaliasasikan.

“selama ini warga hanya menggunakan jembatan bambu dengan batu yang dibungkus kawat buroncong sebagai penyangga, namun banjir jadi jembatan darurat ini ikut terseret juga oleh arus” tutur Syafruddin yang didampingi Kadus Borongtellue Risman Sakti dan aparat lainnya. Kamis (6/7/2018)

Syafuruddin juga menuturkan kalau dirinya bahkan sudah pernah juga mengajukan proposal pembangunan jembatan ini ke Dinas PU pada tahun 2017 lalu namun tetap tidak ada realisasi meski sudah didesposisi oleh Wakil Bupati Bulukumba Tomy Satria Yulianto saat itu.

“Jadi untuk sementara waktu warga kami hanya memakai bentangan kabel panjang, mereka juga sudah lama berharap dan bahkan lelah menunggu hasil proposal yang sudah di ajukan ke dinas PU dan hasil Musrembang yang tidak pernah direaliasasikan ” tutup Kades Bukit Tinggi.  (***Iswanto)