Paskah UNBK, Sejumlah Guru di Pulau IX Sinjai Gelar Bakti Sosial Peduli Lingkungan

oleh
KEPDAH Sinjai
MasyarakatPulau Kambuno bersama KEPDAH sinjai sedang membersihkan sampah-sampah yang berserakan di lingkungan Desa Pulau Harapan

Sinjai,suaralidik – Paska UNBK , Sejumlah guru SMP,SMA dan SMK yang tergabung dalam Kerukunan Pemuda Harapan (KEPDAH) gelar kegiatan Bakti Sosial peduli lingkungan. Sabtu (7/4/2018)

Bekerjasama dengan pemerintah Desa Pulau Harapan dan Puskesmas Pulau 9, Selain masyarakat Pulau Kambuno, bakti sosial ini juga diikuti 2 Sekolah Dasar dan penyuluh perikanan yang ada di Pulau Kambuno.

Ketua KEPDAH sinjai  Mahatir sekaligus salah satu guru dari SMKN 4 Sinjai menjelaskan jika Baksos ini dilaksanakannya secara bersama-sama sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan lingkungan di wilayah Kecamatan Pulau Sembilan dan Desa Pulau Harapan yang semakin memprihatinkan.

“Kami mengadakan kegiatan Baksos ini atas dasar bentuk kepedulian kami sebagai generasi muda terhadap kebersihan lingkungan yang semakin hari kehari semakin memperihatinkan di wilayah Kecamatan Pulau Sembilan dan Desa Pulau Harapan khususnya. Ini juga sebagai gebrakan awal sejak terbentuknya oganisasi Kepemudaan ini.” Terang Mahatir,  Sabtu pagi (7/4).

Pemuda yang biasa disapa Athir ini juga mengungkapkan keprihatiannya terhadap  bibir pantai di Pulau Kambuno ini yang penuh dengan Sampah.

“Sebenarnya sampah yang  selama ini menjadi problem di Desa Pulau Harapan jika tidak diatasi sedini mungkin 1-2 tahun akan datang Pulau Harapan akan menjadi tempat yang jorok dibagian bibir pantainya.

Sebenarnya sampah ini bisa diatasi secara bertahap, asalkan Pemerintah Desa  menyiapkan TPA untuk menampung sampah masyarakat. Sambil mengudukasi masyarakat minimal tidak membuang sampah kelaut.”kata Dia

Thyr juga berharap agar semua instansi yang terkait terutama dinas Lingkungan Hidup Kab. Sinjai tidak tutup mata dalam menangani sampah yang ada di kecamatan Pulau Sembilan, Khususnya Desa Pulau Harapan ini.

“jika semua instansi mau ikut terlibat minimial lingkup Pemerintahan Kecamatan Pulau Sembilan ditambah dorongan dari Pemerintah Kabupaten, yakin dan percaya akan tertangani sampah-sampah ini secara maximal.”

Apalagi saya dengar-dengar pulau sembilan sudah masuk salah satu destinasi wisata bahari, Tutup Mahatir.(***BCHT)