Pedagang Asongan

oleh
 Ibnu Hajar
Langkah demi langkah ku lalui
Berjalan tak tahu arah untuk di lampaui
Kulit hitam,gesang,terbakar oleh mentari
Terlalu banyak sudah air asin yang membasahi
Demi mengocek selembar recehan
Untuk mencari makan dan menyambung kehidupan
Ekonomi sangat tidak mencukupkan
Atau bahkan sangat pas-pasan
Penuh dengan hinaan,makian,cercaan yang tak sepadan dikota metropolitan
Apalagi yang harus aku lakukan?
Inilah satu-satunya jalan

Berpencar disudut lampu merah
Berlari-lari meskipun lelah
Demi merauk kocekan nafkah
Bertemu orang-orang mewah
Menatap sinis wajah memerah
Sabarku mulai tergoyah
Keadaan pun agak gelisah
Ah sudahlah…

Ini memang sudah takdirku
Terbelenggu dalam mata penuh sayu
Hilang sudah mimpi-mimpiku
Terkubur dalam tanah hingga membeku