Pedagang Di Pasar Batangmata Tidak Mau Bayar,Karcis Pun Terpaksa Dirobek Oleh Petugas Restribusi

oleh
Restribusi pasar Batangmata
Karcis Restribusi pasar Batangmata Kec Bontomanai Kepulauan Selayar

Suara Lidik Kepuluan Selayar,-Kasus pungutan liar (pungli) yang menyeret petugas karcis restribusi pasar Batangmata Kec Bontomatene Kab Kepulauan Selayar bernama Andi Alang (45) masih terus diperbincangkan oleh Netizen dan publik.

Andi Alang yang bekerja sebagai petugas karcis restribusi pasar ke para pedangan di pasar Batangmata terpaksa berurusan dengan Tim Saber Kepulauan Selayar setelah tertangkap tangan oleh Tim Saber Kepulauan Selayar yang melakukan OTT pada hari sabtu 04/03/2017 sekitar pukul 09:00 wita lalu.

Dikutip dari tribrata polres kepulauan Selayar menyebutkan “Tersangka yang merupakan petugas pemungut restribusi pasar, melakukan Pungli dengan modus memotong / membagi 3 (tiga) bagian karcis pelataran pasar,setiap potongan karcis di pungut bayaran sebesar Rp. 1000,- dari 3 potong karcis bisa mendapatkan uang Rp.3.000,- sedangkan nilai karcis resmi per lembar hanya Rp 1.350,- berarti tersangka mendapat keuntungan
Rp.1.650,- tiap lembar karcis”, Ungkap Ketua Tim Saber Pungli Kompol Samsuddin. P.SH.

Lebih lanjut Wakapolres Kepulauan Selayar ini menjelaskan bahwa menurut keterangan Tersangka Setiap kali pasar, bisa menghabiskan minimal 100 lembar karcis dan setiap minggu giat pasar Batangmata sebanyak 3 kali,yang bersangkutan sudah bertugas selama 6 bulan, bila ditotal pendapatan tidak resmi selama 6 bulan dari pungli tersebut kurang lebih Rp 11.880.000,- (Sebelas Juta Delapan Ratus Delapan Puluh Ribu Rupiah).(ref:tribratanews polres kep selayar).

Restribusi pasar Batangmata
Karcis Restribusi pasar Batangmata Kec Bontomanai Kepulauan Selayar

Saat dikonfirmasi melalui seluler,tersangka (Andi Alang) menjelaskan jika dirinya merobek karcis itu lantaran para pedagang tidak ingin membayar restribusi jika tarifnya sebesar Rp.1.350,pedangang hanya mau membayar jika tarifnya Rp.1000- saja,Jumat 10/03/2017.

saya tidak mau bayar kalau Rp.1.350-,kalau Rp.1000- saya mau bayarji” Tutur Andi alang menirukan kalimat para pedangan di pasar batang mata.

Andi Alang kemudian mengambil solusi dengan mengikuti kehendak para pedagang yaitu merobek karcis menjadi 2 sampai 3 bagian dan pedagang pun setuju dengan hal ini karena hanya membayar Rp.1000-. Andi Alang mengakui dirinya tidak pernah melakukan pemaksaan terhadap pedagang soal tarif restribusi pasar ini.

Andi Alang juga menambahkan jika dirinya tetap meneruskan dana setoran hasil pungutan restribusi ke Dinas perdagangan Kepulauan Selayar sesuai dengan jumlah karcis dan jumlah dana yang tertera pada karcis yang diterimanya.

Ditempat yang berbeda,Mantan kepala pasar (Hamsya) mengungkapkan bahwa dirinya sangat menyayangkan atas adanya laporan pedagang yang ada di pasar batangmata ke polres kepulauan Selayar mengenai karcis yang di robek menjadi 2-3 bagian itu yang sebaiknya melaporkan dulu ke pihak kepala pasar kala itu.

Hamsyah  yang banyak mengetahui seluk beluk pasar itu, juga menambahkan kalau pedagang di pasar Batangmata itu memang tidak setuju dengan jumlah tarif Rp.1.350,mereka hanya setuju dan ingin membayar kalau tarifnya sebesar Rp.1000-,terutama para pedagang sayuran dan penjual kue basah dan kering yang pendapatannya sangat minim.Boleh jadi karena alasan itu hingga Andi Alang terpaksa merobek karcis menjadi 2-3 bagian.tutupnya.

Saat ini kasus Pungli yang menyeret Andi Alang telah dilimpahkan ke Pok unit Kerja Yustisi (Reskrim) Polres Kepulauan Selayar untuk diproses lebih lanjut. (RSYD/BCHT)