banner 728x250

Peduli Lingkungan, LIDIK PRO Gelar Aksi Cleaning Day di TPI Bulukumba

  • Bagikan
Cleaning Day
Lembaga Investigasi Mendidik Pro Rakyat Nusantara (Lidik Pro) menggelar Cleaning Day di TPI Bentengnge, Minggu (24/10)||

Muh.Darwis : Bagian dari Kerja -Kerja Sosial LIDIK PRO

BULUKUMBA, SUARALIDIK.com – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lembaga Investigasi Mendidik Pro Rakyat Nusantara (Lidik Pro)  melakukan aksi peduli lingkungan yang bertajuk “Cleaning Day”, Minggu (24/10/2021).

banner 728x250

Kegiatan pembersihan dilaksanakan di seputaran Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang ada di Kelurahan Bentenge kecamatan ujung Bulu Kabupaten Bulukumba.

Sekertaris Jenderal (Sekjend) Lidik Pro Nusantara , Muh. Darwis. K mengungkapkan bahwa kegiatan ini adalah merupakan program kerja dari LSM Lidik Pro Nusantara.

“Ini adalah bagian dari kerja-kerja sosial kami sebagai lembaga sosial. Disamping itu tentunya kita ingin membangun sinergisitas dengan pemerintah terutama terhadap persoalan kebersihan dan hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat dan pelayanan publik,” ungkapnya.

Lidik Pro
Sekjend Lidik Pro Nusantara Muh Darwis K bersama pengurus DPD LIDIK PRO Bulukumba berpose bersama usai kegiatan Cleaning Day di TPI Bentengnge, Minggu (24/10)||

TPI dipilih sebagai sasaran kegiatan, bertujuan untuk memotivasi masyarakat khususnya yang berada di seputaran TPI untuk menjaga kebersihan.

Darwis berkeinginan untuk mendorong gagasan program pemerintah Bulukumba saat ini yang merupakan implementasi visi misi Bupati dan Wakil Bupati yang tertuang dalam RPJMD benar-benar dapat terwujud.

“Kami akan berupaya mendorong ide dan gagasan ke pemerintah agar keinginan Bupati untuk mewujudkan Bulukumba yang bersih, Bulukumba yang ramah dan aman, Bulukumba yang cerah ceria betul-betul dapat terlaksana,” harap pria yang juga merupakan ketua DPD Partai Berkarya tersebut.

Pihaknya juga menyoroti pengelolaan TPI yang tidak maksimal dari Pemda.

Menurutnya, TPI tersebut harus kembali dikelola secara serius. Pedagang ikan yang ada tersebar dibeberapa tempat berbeda sebaiknya disatukan di TPI tersebut.

“Kami juga meminta agar pemerintah kembali memaksimalkan pengelolaan TPI. Sebaiknya semua pedagang ikan yang berjualan dibeberapa tempat disatukan saja. Seperti pedagang ikan yang ada di kawasan bintarore disatukan saja disini,” pintanya.

“Kita contoh yang ada di Sinjai. TPInya ramai. Ada ikan segar, ada sentra kuliner sehingga kegiatan ekonomi masyarakat meningkat. Otomatis ini bisa menjadi sumber PAD bagi Bulukumba,” tuturnya.

“Pemerintah tinggal menyiapkan sarana dan prasaranya agar TPI ini betul-betul dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat” pungkas Darwis.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *