Pekerjaan Gedung Farmasi Kabgor Molor, GT : Jadikan Rudis Wabup Sebagai Gudang Sementara.

oleh -

Foto : Komisi lll DPRD Kabgor saat mengelar sidak dilokasi pembangunan gedung farmasi, Senin 17/06/2019,(foto Thoger).

Gorontalo, Suaralidik.com – Anggota komisi lll DPRD kabupaten Gorontalo Guntur Talib meberi saran kepada Pemkab Gorontalo agar rumah dinas Wakil Bupati yang saat ini tak ada penghuninya digunakan sebagai gudang barang milik pengontrak untuk sementara waktu.

Hal ini guna menjawab molornya pekerjaan bangunan farmasi, gegara pengontrak bangunan sebelumnya kesulitan memindahkan barang dagangannya ke gudang yang baru.

“Karena berhubung barang ini pecah belah kemudian kecil-kecil, jadi untuk menghindari kerugian saran saya pemerintah menyediakan rumah dinas wakil bupati untuk gudang sementara menunggu pengontarak menyelesaikan tempat pemindahannya,”ujar Guntur kepada awak media saat menggelar sidak dilokasi pembangunan gedung farmasi, Senin 17/06/2019.

Selain itu, Aleg dari Fraksi Haruna ini juga mempertanyakan kesigapan bagian Aset Pemkab Gorontalo dalam menangani permaslahan seperti ini, mengingat perencanaan pembangunan farmasi ini sudah jelas dan seharusnya sudah mulai dikerjakan.

Menurut Guntur, seharusnya dari awal pemerintah telah mengundang pengontrak dan menyampaikan bahwa kontraknya sudah tak dilanjutkan karena akan di bangun. Maka mulai hari ini pengontrak mengesongkan tempat ini dan mencari tempat baru, sehingga pengontrak punya plening kedepan.

“Sepertinya pemerintah sengaja membuat kerugian kepada pengontrak sebagai pengusaha. Ada indikasi sengaja tidak baik kepada pengusaha,” keluh Guntur.

Ia menegaskan, 15 tahun yang lalu bangunan ini liar dan tidak ada manfaat atau keuntungan apa-apa. Pemerintah mengajak pihak insvektor dari luar utuk mau memanfaatkan gedung ini, agar bisa menambah pendapatan daerah dan kemudian pengontrak ini yang bersedia.

“15 tahun dia berbuat untuk daerah ini kemudian hanya dalam waktu berapa bulan dia harus menerima kondisi kerugian yang sangat besar seperti ini. Jangan hanya dilihat beliau akan dipindahkan dan tak melihat kerugian yang dialami oleh pengontrak.”tegas Guntur.

“Seharusnya beliau dilibatkan perencanaan. Satu tahun sebelum pelaksanaan pembangunan beritahu ke pengontrak bahwa kontraknya sudah tidak bisa diperpanjang, bukan nanti proyek sudah mau dikerjakan!,” sambung Guntur.

Guntur merasa heran, satu tahun pemberhentian tidak ada pemberitahuan awal, sementara lima tahun sebelum dipakai pengontrak telah melunasi kontraknya.

“Ada kelalaian yang dilakukan oleh pemerintah khususnya bagian aset, dan ini sengaja merugikan pihak pengontrak. Jangan hanya karena pengontrak ini sudah tidak diinginkan oleh penerintah kemudian diabaikan, Saat dibutuhkan dielus-elus agar bisa memeberikan kontribusi buat daerah,”ujar Guntur.

Menanggapi hal ini, Bupati Gorontalo Prof Nelson Pomalingo mengatakan, pemerintah telah mengingatkan kepada pengontrak, bahwa akan ada pembangumunan dan itu disampaikan sejak tahun kemarin. Sementara kontrak sendiri sudah tidak perpanjang lagi.

“Sudah dua kali kami menyurati dan yang terakhir pada minggu kemarin telah terjadi kesepakatan. Tempat pemindahan jelas sudah ada bahkan kami akan membantu menfasilitasi pemindahan barang mereka,”jelas Bupati.

Prof Nelson mengungkapkan, pemenang tender pada proyek tersebut sudah ada tinggal eksekusi, sehingga pengentrak diharpakan segera pindah. Sementara terkait saran dari Guntur Talib, bahwa Rudis Wabup untuk sementara dipinjamkan kepihak pengontrak untuk dijadikan gudang Prof Nelson menolak saran tersebut.

“Pengontrak dikeluarkan ditempat itu tidak bermasalah. Jangan mengambil alih aset ini dipolitisir lagi seperti takbiran. Sudah jelas apa yang dilakukan oleh pemerintah demi membangun daerah, sehingga butuh dukungan dari semua stagholder,”tutup Prof Nelson.(***Rollink).