Pekerjaan Talud di Dusun Punaga, Kades Maradekaya-Gowa Diduga Serobot Lahan Warga

oleh
Photo : Pekerjaan Talud kepala desa Maradekaya kecamatan Bajeng ditengara mengambil lahan warga tanpa persetujuan

Gowa, Suaralidik.Com – Pekerjaan Talud kepala desa Maradekaya kecamatan Bajeng kabupaten Gowa, Sulawesi selatan, tahun anggaran 2018 di dusun Punaga sepertinya tidak akan berjalan dengan mulus. Pasalnya, sejumlah warganya diduga kuat keberatan atas pekerjaan tersebut.

Keberatan warga tersebut cukup beralasan. Pasalnya pekerjaan Talud yang diperkirakan sepanjang lebih dari 300 meter itu disinyalir menyerobot lahan warga disepanjang jalan dan diduga tanpa pemberitahuan dan sosialisasi ke mereka. Pekerjaan dibangun di atas lahan warga dan menggunakan lahan sekitar 1-2 meter dari bibir jalan.

Kades Maradekaya, Ramli, S.Sos. dikediamannya (9/6/2018) ketika dikonfirmasi membenarkan adanya keberatan warga serta mengakui soal tidak adanya sosialisasi sebelumnya ke warga.

Dia mengaku telah menjelaskan bahkan menemui dan meminta maaf kepada para pemilik lahan sehingga persoalannya telah selesai.

” memang ada yang komplain atas pekerjaan itu pak. Namun, saya sudah bertemu dan minta maaf dengan pihak pemilik lahan. Intinya persoalan komunikasi dan sudah selesai, tidak ada lagi yang keberatan. Saya sebelumnya sudah buatkan surat pemberitahuan namun mungkin tidak sampai dan itulah kekurangan saya karena tidak saya kontrol,”  jelas Ramli.

Sementara itu, salah satu pemilik lahan yang menolak disebutkan namanya membantah pernyataan Kades dan menegaskan bahwa hingga saat ini pihak Kades sendiri belum menemui mereka.

” Tidak benar itu pak. Sampai saat ini kami belum pernah ditemui sekalipun oleh pak desa. Dikumpulkan saja tidak, apalagi mau ditemui satu-satu,” bantahnya.

Para pemilik lahan berharap agar pemerintah desa bisa lebih menghargai warganya dengan segera menemui serta membicarakan persoalan tersebut agar tidak berlarut-larut dan menimbulkan keresahan di masyarakat.(***rey/iqb)


Abdul Nazaruddin

Rujadi

Andi Edy Manaf

H.Askar

Harris Pratama