Pelaku Pembakaran Hutan Diganjar 15 Tahun Penjara dan Denda 5 Milliar

oleh -
Kepala BPBD Boltim
Foto : Kepala BPBD Bolmut Victor Nanlessy,(foto istimewa).

BOLMUT, Suaralidik.com – Musim kemarau biasanya waktu yang ditunggu-tunggu para petani untuk membuka lahan baru maupun membersihkan area perkebunan dengan cara dibakar.

Tidak jarang, hal ini menyebabkan kerugian karena api yang berasal dari proses pembakaran lahan hingga merembet ke area hutan maupun pemukiman warga.

Terkait hal ini, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) Victor Nanlessy kepada media ini, Kamis (12/10/2019) mewanti-wanti agar masyarakat tidak sembarangan membakar lahan maupun membuang puntung rokok yang menyebabkan kebakaran hutan dan tercemarnya lingkungan.

Menurunya, sanksi berat menanti pelaku pembakaran hutan, baik itu disengaja maupun akibat kelalaian yang berujung pada pencemaran dan kerusakan fungsi lingkungan.

“Undang-undang Nomor 41 tahun 1999 Tentang Kehutanan, Pasal 50 ayat (3) huruf d menyatakan setiap orang dilarang membakar hutan. Pasal 78 ayat (3) yang menyatakan Barang siapa dengan sengaja melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50 ayat (3) huruf d, diancam dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan denda paling banyak Rp. 5.000.000.000 (lima milyar rupiah)”, terangnya

Selanjutnya, Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2004 tentang Perkebunan,
Pasal 48 ayat (1) UU Perkebunan menyatakan setiap orang yang dengan sengaja membuka dan/atau mengolah lahan dengan cara pembakaran yang berakibat terjadinya pencemaran dan kerusakan fungsi lingkungan, diancam dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan denda paling banyak Rp 10.000.000.000 (sepuluh miliar rupiah).

“Sampai saat ini baru kebakaran berskala kecil yang kami tangani. Belum ada kebakaran hebat sampai menyebabkan tercemarnya lingkungan. Namun kami berharap warga Bolmut bisa berhati-hati dalam membakar apapun, karena kondisi lingkungan dan hutan dalam keadaan kering dan mudah terbakar”, Ujar mantan Kadis Kelautan dan Perikanan Bolmut itu,(Chan).