Pelaku Pembunuhan di Kecamatan Asparaga Gorontalo Diduga Mengalami Gangguan Jiwa

oleh

Pelaku Samin Kadir (44) saat berada diruang tahanan Polres Gorontalo,(foto Thoger).

Gorontalo, Suaralidik.com – Samin Kadir (44), Tersanganka pembunuhan di Desa Karya Indah Kecamatan Asparaga Kabupaten Gorontalo (kabgor) Provinsi Gorontalo yang tak lain merupakan kerabat korban, diduga mengalami gangguan jiwa.

Hal ini diungkapkan Kasat Reskrim Polres Gorontalo AKP Rhemmi Bheladona SH S.ik kepada awak media diruang kerjanya Rabu 21/11/2018. Pihaknya agak kesulitan mengungkap motif pelaku.

“Memang dari keterangan saksi maupun keluarga, diduga pelaku mengalami gangguan jiwa. Jadi spontanitas itu sering terjadi tampa direncanakan sebelumnya. Setiap harinya pelaku sering membawa barang tajam,”tutur Kasat.

Pihak kepolisian rencananya akan membawa pelaku ke Manado Sulawesi Utara (sulut) guna dilakukan pemeriksaan terkait kejiwaan pelaku.

“Untuk tersangka rencananya kita akan bawa ke Manado, disana akan dipreparasi terkait gangguan kejiwaan yang dia alami pelaku. Saat kami melakukan pemeriksaan awal terpaksa kami hentikan karena kita terhambat kemunikasi dengan tersangka,”ungkap Rhemmi.

Untuk pemeriksaan selanjutnya pihak kepolisian menggu hasil tersangka setelah balik dari pemeriksaan di Sulut nanti, dan setiap pemeriksaan tersangka akan didampingi pihak keluarga saat akan dimintai keterangan.

“Di KUHP sudah jelas apa bila pelaku mengalami gangguan kejiwaan tetap harus berdasarkan keputusan dari majelis hakim, apakah perbuatan yang dilakukan dapat dipertanggung jawabkan atau tidak. Untuk tersangka se ndiri kami jerat dengan pasal 338 tentang pembunuhan dengan subsider 351 ayat 3 tetang penganiayaan yang mengakibatkan orang lain meninggal dunia dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara,”kata AKP Rhemmi.

Pembunuhan ini bermula pada Sabtu 16/11/2108 pada pukul 19.30 wita, pelaku mendatangi rumah korban bermaksud meminjam motor kepada Samsudin Paragi yang saat itu sedang ngobrol dengan seseorang melalui handphone bersama kakanya Hamsa Paragi didapur rumahnya, namun tidak diindahkan korban.

Secara spontan tersangka mencabut sebelah pisau dan langsung menyerang keduanya. Akibatkan dari kejadian tersebut salah satu dari mereka (Hamsah Paragi 20) meninggal dunia, dan adiknya Samsudin Paragi (18) mengalami luka parah,(***Rollink).