Pelatihan Relawan Cluster Program Kotaku Resmi Dibuka di Bulukumba

oleh
Pelatihan relawan cluster kotaku di aula Bappeda Bulukumba. Jumat (22/9/17).

BULUKUMBA, Suaralidik.com – Kegiatan pelatihan relawan Cluster tingkat Kabupaten Bulukumba program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) resmi dibuka oleh Bappeda Bulukumba. Jumat (22/9/17) bertempat di Aula Bappeda.

Relawan Cluster adalah, Penggabungan antara semua BKM (Badan keswadayaan masyarakat) relawan dari semua kelurahan yang ada di kecamatan (khusus Ujung Bulu).

Pelatihan relawan cluster kotaku di aula Bappeda Bulukumba. Jumat (22/9/17).

Kepala Bappeda Bulukumba, Andi saprul Patunru mengungkapkan, kegiatan ini amat penting dalam rangka membangun dan mengembangkan kemampuan pergerakan yang dibutuhkan untuk memperkuat keberlanjutan program Kotaku.

Hal itu ditunjang Pemerintahan kabupaten sangat strategis sebagai nahkoda dan juga koordinator yang mengakomodasi semua aspirasi pelaku pembangunan pemukiman dengan tetap memperhatikan perundangan-undangan yang berlaku.

Asisten Kota sebenarnya sudah gencar bergerak dan sosialisasi program, hanya saja hal itu baru diketahui pihak Bapeda.

“Mohon maaf, sebenarnya kami selaku koordinator sama sekali tidak tahu bahwa ini sudah berjalan, sampai waktu itu Asisten Kota datang ke kantor dan menyampaikan bahwa Alhamdulillah kegiatan ini sudah berjalan,” katanya.

Asisten Kota, Syarifuddin menjelaskan program Kotaku sudah berjalan. Untuk tahun 2017 ini sudah berjalan fisik, ada dananya cair 50 persen dari anggaran Rp500 juta, kemudian yang masuk direkening Rp300 juta, dan pelaksanaan yang sekarang sudah progres keuangan 40 persen, fisiknya sudah 35 persen.

“Untuk kegiatan berikutnya yang ada peningkatan kapasitas itu yang sudah berjalan. Memang ada 7 peningkatan yaitu Pelatihan BKN,KSM,keterampilan,manajemen keuangan,dan sisa pelatihan relawan yang sedang berjalan ini 2 hari. Sementara outputnya nanti diharapkan ada pemutahiran data,” akunya.

Sementara, Ketua panitia Samsirniko Zoni menyampaikan harapanya agar semua masyarakat dari berbagai lapisan dapat terlibat langsung meningkatkan mutu dan kualitas pembangunan khususnya di daerah yang rawan dan nampak kumuh.

“Kemudian bagaimana harapan kita dimana peserta relawan ini mampu memahami sebuah perencanaan yang efektif dan berjangka panjang juga memiliki pengetahuan soal perencanaan yang mutakhir dan tentu masyarakat dapat menikmati hasil dari tujuan dari program kotaku,” ujar ketua DPP Lidik Pro Sulsel itu.

Lanjutnya, Zoni mengatakan tentu dalam pelatihan ini mereka mampu memahami nilai-nilai kemanusiaan secara universal, “Semoga juga kedepannya mereka dapat bekerja sama dan punya kepedulian besar terhadap pembangunan,serta mampu menyalurkan pengetahuan mereka paska mengikuti pelatihan ini agar masyarakat disekitarnya mampu mengikutinya” harapnya.

Diketahui, relawan yang mengikuti pelatihan sebanyak 45 orang dari 9 kelurahan yakni, Kalumeme, Ela-Ela, Terang-Terang , Bentenge, Kasimpureng, Loka, Caile, Tanah Kongkong, dan Bintarore. (Indra/ Ar)


Abdul Nazaruddin

Rujadi

H.Askar

Harris Pratama