Pelayanan Air Bersih Dikecamatan Pulubala Tak Maksimal, DPRD Kabgor Undang PDAM

oleh -
Foto : Ketua DPRD Kabgor Sahmid Hemu, bersama Asisten ll Sekda Kabgor, PLH Direktur PDAM dan jajarannya, serta masyarakat desa Bakti yang datang mengadu ke DPRD.(foto Thoger).

Gorontalo, Suaralidik.com – Menindak lanjuti keluhan masyarakat desa Bakti, terkait pelayanan air bersih PDAM yang dianggap kurang masksimal diwilayah kecamatan Pulubala, DPRD Kabupaten Gorontalo (Kabgor) mengundang pihak PDAM, pada Senin 08/04/2019.

Pertemuan ini dilakukan diruang kerja ketua DPRD Sahmid Hemu, dan dihadiri Asiten ll, jajaran PDAM Kabgor, serta perwakilan masyarakat desa Bakti dan Pulubala.

Usai melakukan pertemuan, kepada awak media ketua DPR menjelaskan, tujuan pertemuan tersebut ialah meminta jajaran PDAM untuk mendengarkan langsung apa yang menjadi keluahan masyarakat, serta meminta penjelasan kendala yang dihadipi.

“Saya mengundang semua bidang yang ada di PDAM. meminta penjelasan terkait kendala yang dihadapi atau menyampaikan apa yang menjadi keluahan masyarakat,”jelas Ketua.

Sahmid mengungkapkan, PDAM mengalami kendala pada faktor teknis, yaitu pompa pendorong air didesa Yosenogoro kecamatan Tibawa yang masih menggunakan alat yang lama. Pompa tersebut tak mampu memompa air hinngga kekecamatan pulubala karena memiliki dataratan tinggi.

“Kami meminta PDAM untuk segera menindak lanjuti keluhan masyarakat, mengingat persoalan ini sudah lama dialami oleh sebahagaian besar masyarakat kecamatan Pulubala,” ungkap Sahmid.

“Saya menyarankan untuk mencari solusi, yakni membangun pompa yang baru didesa Ayumolingo agar permaslahan ini bisa teratasi. Dan menurut PDAM pada bulan Mei pekerjaannya akan dilaksanakan.” sambung Sahmid.

Sementara untuk mesin pembantu (dap) yang sering digunakan masyarakat sekitar untuk menarik air, rencananya akan ditertibkan karena menimbulkan kecemburuan dari masyarakat lainnya.

DPR meminta PDAM agar bekerjasama dengan BPBD, Untuk mengunakan tabung mereka sementara waktu agar bisa dimanfaatkan oleh warga yang menggunakan mesin pembantu untuk menampung air.

“Kami menyampaikan bahwa penertiban itu bukan satu-satunya solusi, mengingat air merupakan sumber kehidupan masyarakat. Dan ini akan menimbulkan persoalan baru.” tutur ketua DPR.

“Banyak masyarakat mengunakan dap untuk memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari. Bila ini ditertibkan maka akan menimbulkan permasalahan baru, sehingganya PDAM harus mencari solusi yang tepat kepada masyarakat setempat.”sambung Aleg dua periode ini.

Rencananya PDAM akan turun kelapanggan mengecek langsung permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat kecamatan Pulula.

“Saya meminta PDAM untuk tidak mengorbankan pihak-pihak tertentu terutama masyarakat.”tutup Sahmid Hemu.(***Rollink).