Pelayanan Dukcapil Bulukumba Bak Bom Waktu, Bupati Dan DPRD Bulukumba Diimbau Tak Tidur

oleh

BULUKUMBA, Suaralidik.Com – Pelayanan Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Bulukumba diduga kuat menyimpan bom waktu yang setiap saat siap meledak.

SOP Disdukcapil Bulukumba yang terpajang di ruang pelayanan

Pelayanan ke masyarakat berupa perekaman Kartu Tanda Penduduk (KTP), penerbitan Kartu Keluarga (KK), Akta kelahiran, Akta kematian mengalami banyak kendala. Itu akibatnya pemandangan antrian (kerumunan, baca) dalam kelompok besar menjadi pemandangan saban hari di jalur Caile, lokasi kantor Dukcapil.

Hasil reportase suaralidik.com diperoleh, bom waktu berupa kemarahan masyarakat atas ketidakpatutan pelayanan. Musababnya, pelayanan KTP tak pernah tepat waktu. Standar Operating Prosedur (SOP) yang terpajang disebelah kanan hanya pemanis dinding saja.

…KTP saya selesai 2 bulan. Tak sesuai dengan nota yang diberikan petugas…”beber mama Iqbal warga Bontotiro.

Anehnya lagi, ada warga yang memperbaiki Kartu keluarganya. Ketika diberikan konsep yang benar. Hasilnya bukan lebih baik.

… saya berikan format isian yang benar. Hasilnya data anak saya yang salah. Masa Mahasiswa disebut belum lulus…,”sembur Basri.

Kesalahan demi kesalahan bagaikan tabungan di Bank ditorehkan kajaran Bupati Sukri di Dukcapil. Hal ini terjadi bukan setahun atau dua tahun. Sudah menggurita, ibarat penyakit sudah mencapai stadium 3.

Bupati dan DPRD Bulukumba diimbau untuk segera menangani masalah ini, bila terlambat akan membuat citra pemerintahan Bupati Sukri dan Wabup Tomy tak baik.

Sementara itu, Kadisdukcapil Bulukumba Andi Mulyati Nur menyebutkan kalau perekaman hingga saat ini capai 95% atau diatas rata-rata capaian Provinsi sulsel yakni 337 ribuan wajib KTP.

…Kekecewan segelintir orang yang diakomodir sebagai simbol keburukan pelayan, itu tidak suatu hal yang tidak signifikan…,” Jelas Andi Mulyati Nur

Ditambahkannya, Antrian bukan simbol keburukan, tapi sebuah gambaran kebutuhan akan identitas kependudukan yang sekarang sudah menjadi syarat mutlak pembangunan manusia di semua lini Pelayanan by system, artinya tidak sepenuhnya di kami tapi berdasarkan data konsolidasi bersih dari pusat yang terintegrasi dengan data base kependudukan di pusat, terangnya lagi.

Mana kala ada kendala, bukan berarti itu kesalahan kami. Tapi pada umumnya karena :

1. kekurangan data pendukung dari pemohon itu sendiri.

2. Pemohon belum faham tentang syarat yang wajib mereka penuhi.

3. Pada umumnya terdesak baru datang mengurus.

4. Malas antrian.(mrs)