Pelebaran Jalan Nasional dan Pembangunan Landmark di Ibukota Lolak Terus di Pacu

oleh
Kadis PU, Chany Wayong bersama Bupati Yasti S Mokoagow
Photo : Kadis PU, Chany Wayong bersama Bupati Yasti S Mokoagow

BOLMONG, Suaralidik.com – Peningkatan infrastruktur di ibu kota Kabupaten Bolaang Mongondow terus digenjot. Salah satunya proyek pelebaran jalan nasional dari perbatasan antara Desa Tuyat dan Desa Lalow sampai pada jembatan Lolak Tombolango. Selain proyek pelebaran jalan, Bolmong juga akan membangun landmark atau ikon daerah.

Landmark atau ikon daerah ini, merupakan suatu unsur karakter penunjang setiap lingkungan atau kota/daerah tertentu, yang dapat menimbulkan kesan tersendiri dari lingkungan atau kota/daerah tersebut bila dipandang atau di lihat oleh seseorang.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Channy Wayong, Selasa (3O/10) ketika dihubungi mengatakan, saat ini pihaknya sedang melengkapi dokumen penunjang proyek pelebaran jalan, diantaranya pembebasan lahan dan pembuatan bundaran dan tugu kabupaten Bolmong yang nantinya bertempat di simpang empat pasar lolak, Kecamatan Lolak. “Salah satu dokumen pelebaran jalan diantaranya adalah Landmark atau ikon Kabupaten Bolmong,” ujar Chany

Ia menambahkan, untuk pembuatan bundaran Kabubapen Bolmong ini luasnya 60 Meter, yang didalamnya dilengkapi ikon Kabupaten Bolmong dan air mancur. “Nantinya akan seperti bundaran HI di Jakarta,” singkatnya.

Sekedar informasi bahwa, sebelumnya Bupati Yasti Soepredjo Mokoagow menjelaskan, pembangunan jalan nasional yang berada di Kecamatan Lolak memakan anggaran sampai 60 Milyar dengan mengunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Pelebaran jalan untuk tahun ini panjang 4 kilo dengan lebar 30 meter dan akan segera dilelang tahun ini. Nantinya tahun depan insya allah ada ketambahan 6 kilo untuk kelanjutan pelebaran jalan,” Jelas Yasti. (***Is)