Peluang H. Askar Sapu Rata Suara di Bulukumba

oleh -

HIRUK pikuk pesta demokrasi 5 tahunan sangat terasa begitu kuat, disebabkan moment politik kali ini auranya sangat berbeda.

Berikut analisis peluang H Askar dalam pandangan Supriadi, pendiri Jangkar Social Sulsel:

DUKUNGAN FULL PEMUDA DAERAH

Pertama Pileg dan Pilpres dilaksanakan dalam waktu yang sama. Sehingga semua perangkat politik berjalan dengan begitu massif. Kedua adalah peran Pemuda/Milenial sangat antusias dengan geopolitik tahun ini.

Ada kencenderungan kaum Muda/Milenial memanfaatkan bakat yang dimiliki dalam memeriahkan momentum 5 tahunan ini. Terlihat dengan berbagai macam kreasi yang dibuat oleh kaum muda.

Ada yang membuat kreasi dalam bentuk video dukungan menarik untuk disimak. Ada juga membuat kreasi dalam bentuk kegiatan-kegiatan yang tidak lazim dilakukan oleh tokoh-tokoh politikus yang sudah lama berkecimpun di dunia politik.

Dalam kondisi ini tentunya diperlukan ketajaman Analisis untuk melihat peluang bagi para Caleg yang berkompetisi dalam moment 5 tahunan ini agar dapat meraup dukungan dari semua segmen pemilih termasuk kaum Milenial .

“Beberapa bulan terakhir ini trend dukungan ke H Askar HL sangat signifikan disebabkan manajemen tim sukses yang dikenal dengan Jargon Andalanta,” ujar Supriadi.

Sementara, menurut salah seorang alumnus di perguruan tinggi swasta di Makassar, Rustam membaca peluang dari segmen pemilih milenial. Beberapa moment pemilihan baik legislatif dan eksekutif tidak pernah menyalurkan hak suarannya disebabkan kondisi politik yang terkesan kaku sehingga pesan pesan moril terhadap moment politik tidak pernah tersampaikn dengan baik.

“Pilihan dijatuhkan ke Pak H Askar karena branding media dari relawan Andalanta tersampaikan dengan baik. Kreatif, narasi dan diksi mudah dipahami dan memiliki nilai pendidikan Politik yang baik,” jelas pemuda asal Kecamatan Bontotiro.

MEMBANGKITKAN SELERA POLITIK

Oleh sebab, kata Adhi Bintang begitu Supriadi lebih akrab disapa mengatakan itulah salah satu hasil observasi dirinya di lapangan dengan melakukan analisis kondisi politik menjelang Pemilu 17 April mendatang dengan melakukan metode survey kecil-kecilan.

“Sasarannya ialah kaum milenial yang anti patih pada politik. Hal demikianlah yang membuat keyakinan saya secara pribadi bahwa sosok Andalanta dapat melenggang mulus ke Senayan mewakili dapil Sulsel 2 meliputi 9 Kabupaten yaitu Maros, Pangkep, Parepare, Barru, Wajo, Soppeng, Bone, Sinjai dan Bulukumba,” terangnya.

Hal ini sangat memungkinkan kata Adhi Bintang, disebabkan manajemen tim yang diolah dengan baik dan terstruktur serta kinerjanya terukur. “Tentunya pola kerja seperti ini akan mengarahkan pada pencapaian yang telah disusun dengan baik oleh manajemen tim,” katanya.

Di beberapa segmen pemilih lainnya, misalkan pemilih diangka umur 35 sampai 50 tahun cenderung mengatakan bahwa saatnya orang Bulukumba melenggang ke Senayan sebagai lidah rakyat.

“Ini sangat dimungkinkan sebab segmen pemilih di umur tersebut tahu sejarah panjang Bulukumba yang belum pernah sama sekali mendudukkan putra daerah di Senayan sebagai Anggota DPR RI. Trend issu inilah yang berkembang sehingga mengarah kepada massifnya gerakan masyarakat untuk mengkampanyekan orang Bulukumba pilih orang Bulukumba,” ujar Adhi Bintang.

DUKUNGAN MASSIF DI BERBAGAI DAERAH

Diluar dari daerah Bulukumba lanjut dia, tentunya jejaring kaum muda dan rekan bisnis politisi yang dikenal santun, merakyat dan dekat dengan anak muda itu, menjadi mesin penggerak politik untuk meningkatkan elektabilitas dan pencapaian suara di beberapa kabupaten di dapil Sulsel 2.

“Inti point dari analisis sederhana ini adalah Pak H Askar leading dalam kompetisi kali ini disebabkan semua bentuk kreativitas. Manajemen tim dan massifnya gerakan masyarakat sebagai motor utama penentu kemenangan Andalanta telah berjalan sesuai ekspektasi tim Andalanta,” tegasnya.

DIPREDIKSI SAPU RATA SUARA DI BULUKUMBA

Terakhir, Adhi Bintang menyampaikan apresiasi terhadap seluruh lapisan masyarakat yang sudah memahami niat baik dari Caleg DPR RI yang diusung oleh PPP nomor urut 2 di dapil Sulsel 2.

“Saatnya kita ambil bagian dalam meretas sejarah panjang kelam yang tidak pernah mendudukan putra asli Bulukumba di Senayan. Sudah saatnya masyarakat bersatu dalam bingkai demokrasi yang beretika, jujur dan berintegritas menuju kemenangan rakyat. Sebab sejatinya politik itu ibadah dan keceriaan. Maka mari beribadah dan ceria menyongsong pesta demokrasi tahun Ini,” demikian kata Adhi Bintang.