Pembangunan Wisata Diving Center Kotabunan Dituding Merusak Mangrove, Kadispar Boltim : Itu Hoax

oleh -1 views

Foto : Kepala dinas Pariwisata Boltim, Rizky Lamaluta,(foto istimewa).

BOLTIM, Suaralidik.com – Lahan persiapan untuk pembangunan wisata Diving Center (Pusat Selam) yang berlokasi di Desa Kotabunan Selatan, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) adalah tanah pribadi yang telah dibayar oleh Pemerintah Daerah (Pemda).

Pembangunan Pusat Selam itupun sudah dikaji dan telah sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Tidak seperti dalam pemberitaan yang dimuat salah satu Media Online yang tayang pada tanggal 7 Juli 2019.

”Hutan Lindung (HL) Mangrove yang ada di Desa Kotabunan Selatan, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, diduga sengaja dirusak oleh oknum tidak bertanggung jawab,” demikian sebagian point yang ditayangkan Media Online tersebut.

Menurut pantauan awak media sebelumnya, sempat terfikirkan bahwa lokasi persiapan pembangunan Diving Center tersebut adalah Hutan Lindung Mangrove. Namun setelah dikaji lebih jauh, ternyata lahan itu milik pribadi yang dulunya adalah perkebunan.

Menanggapi hal itu, Pemerintah Daerah melalui Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Boltim, Rizky Lamaluta angkat bicara. Kata dia, lahan tersebut adalah lokasi perkebunan pribadi yang sudah lama tidak dipakai, dan pada waktu itu tidak ada Mangrove disitu.

”Itu bukan Hutan Mangrove, melainkan tanah pribadi lalu dibeli Pemda untuk dijadikan objek wisata. Bisa dilihat kalau disekeliling lokasi ditanami pohon kelapa, itu pertanda bahwa dulunya lahan tersebut adalah bekas perkebunan warga,” terang Lamaluta, Selasa 13/08/2019.

Dikatakannya juga, pembangunan Diving Center adalah untuk menunjang program Pemerintah Provinsi (Pemprov).

”Pelaksanaan kegiatan pembangunan Diving Center sudah sesuai RTRW dan akan dibahas didalam forum pariwisata Sulawesi Utara (Sulut), karena hal tersebut bertujuan untuk mendukung program terkait pengembangan sektor kepariwisataan yang dicanangkan Bapak Gubernur Sulut, Olly Dondokambey SE, juga Wakil Gubernur Drs. Steven Kandouw. Mana mungkin kami melanggar aturan,” tegas Lamaluta.(Bob).