Pembiaran Pungli Oleh Polres Pangkep, BPI KPNPA RI Kecewa

oleh
Anggota BPI KPNPA RI WILAYAH SUL SEL.

Pangkep, suaralidik.com – Deputy Pengawasan Aparatur Negara dan Saber Pungli Lembaga Badan Penelitian Independen Kekayaan Penyelenggara Negara & Pengawasan Anggaran Repoblik Indonesia (BPI KPNPA RI) Kab. Pangkajene dan Kepulauan Sulawesi Selatan kecewa atas kinerja penyidik Polres Pangkep yang sangat lamban menuntaskan kasus pungli yang telah dilaporkan beberapa bulan yang lalu.
Hal ini disampaikan Tim Saber Pungli Lembaga BPI KPNPA RI, Amiruddin dan Sangkala dihadapan para wartawan saat melakukan jumpa pers di Warkop Hari Tua di Bungoro, Jum’at (6/4/2018).

Sangkala menuturkan, kalau beberapa bulan yang lalu ia telah melaporkan oknum Sekretaris Desa Mattiro Bulu (Pulau Karanrang) Kec. Tupabiring Utara inisial MDS kepada penyidik di Polres Pangkep atas perbuatan pungli yang dilakukan oleh MDS kepada salah seorang Warga Pulau Karanrang inisial S sebesar Rp. 250 ribu rupiah yang juga melibatkan oknum Polisi (Polairud) Polres Pangkep. Namun hingga saat ini belum ada tindakan dan penanganan serius dari pihak penyidik, sehingga hal ini langsung dilaporkan kepada Kapolres Pangkep AKBP. Bambang Widjanarko melalui Wakapolres Pangkep Kompol. Apri Prasetya, namun upaya itu juga hingga saat ini belum ada hasilnya menurut Amiruddin.

Amiruddin menduga kalau oknum penyidik Polres Pangkep yang menangani kasus ini ada kongkalikong terhadap Sekdes MDS dan juga kepada oknum Polisi yang terlibat melakukan Pungli.”kami sangat kecewa kepada penyidik polres pangkep yang sangat lamban dan berkesan tidak serius dalam menangani kasus yang kami laporkan ini bersama Tim, padahal bukti transaksi pungli yang dilakukan MDS terhadap S sudah ada berupa uang tunai sebesar Rp. 250 ribu rupiah”. Ucap Amir dengan nada kecewa dihadapan para wartawan.

Amiruddin dan Sangkala, Tim Saber Pungli BPI KPNPA RI juga mengungkapkan kalau proses kejadian terjadinya pungli yang dilakukan MDS awalnya dari laporan dari S sendiri kalau dirinya telah dimintai uang sebesar Rp. 250.000 oleh MDS dengan dalih untuk membayar Polisi yang menggunakan seragam warna biru yang diduga seragam Polairud yang dianggapnya telah menahan material (Balok kayu) untuk pembangunan rumah S yang bersumber dari Bantuan Program Bedah Rumah Dinas Sosial Kab. Pangkep Tahun Anggaran 2017.
Dari laporan S tersebut, Sangkala, Tim Saber Pungli BPI KPNPA RI Wilayah Sulsel langsung melaporkan perbuatan MDS kepolres pangkep melalui penyidik, namun pihak penyidik saat itu tidak mau memberikan Surat Bukti Laporan Polisi kepada Sangkala walaupun Sangkala telah berulangkali meminta kepada penyidik agar Surat Bukti Laporan dapat diberikan oleh penyidik.”penyidik tidak mau kasih surat bukti laporan polisi waktu saya melaporkan kasus ini 2017 kemarin. Alasannya, kasus yang saya laporkan sudah ditangani”. Ucap, Sangkala dengan nada kecewa.

Sangkala menambahkan, setelah beberapa hari kemudian, pihak penyidik melayangkan surat panggilan kepada MDS untuk dimintai keterangan pada hari senin, namun sebelum hari senin, tepatnya pada minggu sore MDS mengembalikan uang pungli tersebut kepada S melalui istri S berinisial M dan selanjutnya M menyerahkan uang tersebut kepada Sangkala, Tim Saber Pungli BPI KPNPA RI Sulsel dan Tim langsung membawa barang bukti uang pungli tersebut kepolres pangkep dan menyerahkan langsung kepada BRIPKA. Rustam Penyidik Tipikor Polres Pangkep.

Untuk itu kami dari Tim Saber Pungli Lembaga BPI KPNPA RI Sulawesi Selatan berharap agar kasus pungli yang kami laporkan ini ada penanganan serius dari pihak kepolisian Resort Pangkep dan menangkap oknum-oknum yang terlibat didalamnya,”laporan kami sudah lama sekali, sudah hampir setahun belum ada tindakan dari pihak penyidik yang menangani kasus ini. Mungkin pihak kepolisian menganggap kalau nilai punglinya kecil, seharusnya pihak kepolisian tidak melihat besaran nilai punglinya, tapi mengacu kepada aturan dan perundang-undangan yang berlaku. Hukum tak memandang nilai menurut kami dan hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu,”. Tegas sangkala didampingi rekannya Amiruddin didepan para wartawan diWarkop Hari Tua di Bungoro, Jum’at (6/42018).

Sementara itu, BRIPKA. Rustam Penyidik Tipikior Polres Pangkep saat dihubungi melalui telepon selularnya mengatakan kalau pihaknya akan segera kepulau karanrang Desa Mattiro Bulu untuk menemui para pihak yang terkait dalam kasus tersebut.”Insya Allah hari senin kami akan kepulau karanrang,”. singkat BRIPKA. Rustam saat dikonfirmasi suaralidik.com melalui telepon selularnya, Jum’at (6/42018). (Iwan86/sl-*AD).