PEMBUKAAN PELATIHAN BTCLS KOMISARIAT PPNI AKPER KHARISMA GOWA RAYA

oleh

Dilaksanakannya Pelatihan BTCLS

Sambutan BTCLS
Sambutan BTCLS
ini guna meningkatkan kemampuan tenaga perawat dan menanggapi kegawat daruratan termasuk dalam penanganan korban bencana. Komisariat Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Akper Kharisma Gowa Raya Kabupaten Gowa, bekerjasama dengan Himpunan Perawat Gawat Darurat dan Bencana Indonesia (HIPGABI) Provinsi Sulawesi Selatan menggelar Pelatihan Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS).Pelatihan yang baru pertama kali dilakukan di Kampus Akper Kharisma Gowa Raya, Kamis (19/5). Acara tersebut dibuka langsung oleh direktur Akper Kharisma Gowa Raya bapak. Risal Soetrisno Sailellah, ST.,MSi. dalam sambutan, mengucapkan banyak terima kasih kepada panitia pelaksana pelatihan BTCLS bekerjasama PPNI Gowa, dan HIPGABI. BTCLS ini merupakan pelatihan yang menyediakan suatu metoda yang dapat dipercaya dalam penanganan kasus trauma dan kegawatan jantung.Penangan ini dapat dilakukan seorang perawat dengan cara menilai kondisi pasien secara cepat dan teliti.”ujar direktur. Ketua PPNI Gowa Hj.Eliati Paturungi, S.Kep,Ns.,M.Kep dalam sambutan singkatnya sangat mengharapkan melalui pelatihan BTCLS ini, perawat dapat mempraktekan sesuai dengan prinsip penanganan dan penilaian penderita. Menentukan managemen penanganan kasus trauma berdasarkan prioritas.Mulailah dengan managemen primary dan secondary survey yang mengacu kepada golden hour dalam penanganan kasus gawat darurat.Terapkanlah pengakajian fisik pada pasien multiple trauma sesuai dengan konsep yang diajarkan nantinya.”Ujar ketua PPNI Gowa. Ketua Panitia Pelatihan BTCLS, Saldi Yusuf, S.Kep.,Etn,Ph.D dalam sambutan mengatakan, pelatihan BTCLS dilakukan selama 4 hari yang diikuti oleh peserta yang merupakan kombinasi antara perawat dari rmh sakit, puskesmas, dan juga mahasiswa Akper Kharisma Gowa Raya.
Menurut Saldi Yusuf, S.Kep.,Ent, PH.D seorang pakar perawatan luka yang pernah menempuh pendidikan di jepang mengatakan bahwa negara jepang sangat menyukai perawat-perawat indonesia karena selain dari ilmunya juga mengenai keramahannya, dengan adanya hal tersebut perawat indonesia mempunyai peluang yang sangat besar untuk dapat bekerja di jepang, bahkan tidak memberikan batasan kuota bagi perawat yang ingin bekerja di negara jepang.‎