Pemda Bantaeng Akan Membangun Perguruan Tinggi Di Pertengahan Februari Tahun Ini

oleh
Bupati Bantaeng

Lidik Bantaeng – Dirjen Ilmu Pengetahuan dan Dikti Kementerian Riset serta Teknologi RI bersama pemerintah Kabupaten Bantaeng tahun ini akan membangun Akademi komunitas di pertengahan bulan Februari Tahun 2017.

Bupati Bantaeng H. M. Nurdin Abdullah – Adhe

Hari ini, telah dilaksanakan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Memorandum of Agreement (MoA), bertempat di ruang pola Kantor Bupati Bantaeng untuk mengawali proses pembangunan Akademi Komunitas di Bantaeng. Senin, (13/02/2017)

Saat ini Pemda Bantaeng sudah menyiapkan pembangunan dari pengembangan SDM industri yang salah satunya merupakan pengembangan Akademi Komunitas yang akan didirikan di atas lahan seluas 4,9 ha dan pembangunannya akan dimulai di pertengahan Februari.

Proses pembangunan akan dibagi dalam dua tahapan, pertama pembangunan dilakukan di semester awal satu tahun ini, sementara tahap kedua akan dilanjutkan di tahun anggaran 2018.
Beberapa persiapan pembangunan semester awal antara lain yaitu gedung rektorat, aula, perpustakaan, lab bahasa dan workshop. Lulusan Akademi Komunitas nantinya akan menjadi SDM yang berkualitas dan siap pakai pada perusahaan-perusahaan industri.

Tujuan dari pembangunan Akademi Komunitas ini Guna untuk mendorong pertumbuhan investasi melalui penyiapan SDM tenaga kerja, memberdayakan SDM lokal, baik yang ada di kawasan itu, terkhusus yang ada di wilayah Indonesia Timur, serta sebagai pusat inovasi dan penelitian perubahan industri logam yang ada di Sulsel.

Bupati Bantaeng H. M. Nurdin Abdullah dalam sambutannya, “Memberikan pemaparan singkat terkait progres pembangunan di Kab.Bantaeng, sebuah Kabupaten kecil di Sulsel namun memiliki peminat investasi yang cukup besar. “Tutur nya

Keberadaan Akademi Komunitas adalah sebuah kebutuhan guna mempersiapkan putra – putri Bantaeng menjadi SDM terampil yang siap pakai.”

Lebih lanjutnya menguraikan bahwa Akademi Komunitas merupakan jawaban atas kekhawatiran para investor bagaimana bisa menyerap tenaga kerja profesional.” Tutupnya.
Editor : Adhe


Abdul Nazaruddin

Rujadi

H.Askar

Harris Pratama