Pemda Boltim terima Kunjungan TPID Tibawa – Gorontalo

oleh
Bupati Boltim Sehan S Landjar di dampingi Ketua TP PKK Boltim Ny. Nursiwin Dunggio menerima rombongan TPID Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo di kediamannya
Photo : Bupati Boltim Sehan S Landjar di dampingi Ketua TP PKK Boltim Ny. Nursiwin Dunggio menerima rombongan TPID Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo di kediamannya

Boltim – suralidik.com,  Tertarik dengan pengembangan inovasi desa yang ada di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Aparat desa beserta Tim Pelaksana Inovasi Desa (TPID) se Kecamatan Tibawa Kabupaten Gorontalo mengunjungi Boltim, Jumat (17/11).

Rombongan dipimpin langsung Sekretaris Kecamatan Tibawa Rizal Botutihe dan disambut Bupati Boltim Sehan Landjar SH di kediamannya di Desa Togid, Kecamatan Tutuyan. Selanjutnya, didampingi Ketua TP PKK Boltim Ny Nursiwin Dunggio, rombongan diarahkan ke Desa Bukaka untuk melihat lebih dekat program 1 rumah 1 kolam dan pengerjaan embung desa. Dari Bukaka, rombongan kemudian dibawa menuju desa Atoga Timur yang merupakan juara lomba tingkat desa se Kabupaten Boltim dan juara kedua lomba desa tingkat provinsi Sulawesi Utara. Di Desa Atoga Timur, rombongan melihat langsung proses pembuatan berbagai kerajinan tangan dari bonggol jagung dan wisata alam yang saat ini tengah dikembangkan desa itu.

Sekretaris Kecamatan Tibawa Rizal Botutihe mengungkapkan tujuan kedatangannya bersama aparat di 16 desa dan TPID se Kecamatan Tibawa adalah untuk melakukan studi tiru berbagai program inovasi desa yang ada di Boltim. “Fokusnya studi tiru embung desa maupun Bumdes. Tentunya hal yang baik di Boltim akan kita terapkan di Kecamatan Tibawa,” terang jebolan IPDN ini.

Bupati Boltim Sehan Landjar SH mengungkapkan, masing-masing daerah memiliki formulasi berbeda dalam mengembangkan inovasi desa. Di Boltim, selain support dan reward kepada seluruh pihak yang terlibat, dirinya juga melakukan diskresi dengan memberikan ruang yang cukup dari sisi pembiayaan. “Inovasi desa rujukannya sudah ada dari Kemendes. Tinggal tatacara pelaksanaannya sedikit berbeda dan sejauh mana keberanian pemerintah daerah untuk memberi ruang dalam pembiayaan,” ujarnya.

Disamping itu, kata Dia, para Sangadi juga harus selalu didorong untuk lebih kreatif menciptakan inovasi sesuai potensi sumberdaya yang ada di desanya. “Dengan DD dan ADD dituntut kreatifitas para Sangadi untuk mengelola uang itu,” tandasnya. (***bob/TUP HUMAS & PROTOKOL)