Pemerintah Harap Keterwakilan Perempuan di Pileg 2019 Capai 30 Persen

oleh
Pendidik Politik
Pendidik Politik Bagi Tokoh Wanita di Kabupaten Sinjai

SINJAI,Suaralidik.Com -Di zaman era globalisasi ini kesempatan terbuka lebar bagi warga negara untuk memperoleh kesempatan yang sama dalam segala bidang, baik itu kaum laki-laki maupun kaum wanita.

Persoalan pembangunan tidak lepas dari peran serta wanita dari berbagai aspek, dimana Wanita adalah sosok yang patut diperhitungkan dan sebagai subyek dalam berbagai bidang termasuk di bidang politik.

Hal ini diungkapkan oleh Pelaksana Tugas Bupati Sinjai H.A. Fajar Yanwar yang membuka kegiatan Pendidikan politik bagi tokoh wanita di Aula Pertemuan Hotel Grand Rofina Sinjai, Senin (26/3/18).

Plt Bupati mengatakan, bahwa peranan perempuan saat ini sudah mengisi beberapa jabatan penting baik ditingkat nasional hingga ditingkat kabupaten.

Di Sinjai saat ini keterwakilan perempuan baik di eksekutif maupun di legislatif kian meningkat.

Olehnya itu ia berharap melalui kegiatan ini dapat mendorong perempuan untuk terlibat dalam pembangunan politik sehingga keterwakilan perempuan di parlemen bisa mencapai target yang diharapkan yaitu 30 persen sesuai UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang pemilu dan penelaahan kebijakan kuota keterwakilan perempuan 30 persen.

“Pada tahun 2004 jumlah anggota DPRD Sinjai dari kaum perempuan hanya 3 orang dan pada tahun 2014 lalu meningkat menjadi 8 orang. Kami harap tahun 2019 mendatang sudah mencapai keterwakilan 30 persen atau 10 orang,” jelasnya.

Meski demikian, Andi Fajar menekankan bahwa peran politik bagi wanita pada hakekatnya adalah bagian dari tanggung jawabnya terhadap masyarakat luas, sedangkan peran wanitanya adalah kewajiban utamanya dalam mendampingi suami dan mendidik anak-anaknya guna menciptakan generasi yang berkualitas. (**MCS/AaNd)