Pemilik Usaha Produksi Tahu Dan Tempe Di BTN 2 Bulukumba Ngaku Bayar Kepada LSM

oleh
DPC LSM Lidik Bulukumba
Ketua DPC LSM Lidik Bulukumba,Hariyanto Syam saat investigasi,Senin 5/12/2016

Lidik Bulukumba – Usaha produksi tahu dan tempe milik CV karya mandiri yang berlokasi di pemukiman warga perumahan BTN 2 Bulukumba menjadi sorotan oleh warga sekitarnya.

DPC LSM Lidik Bulukumba
Ketua DPC LSM Lidik Bulukumba,Hariyanto Syam saat investigasi,Senin 5/12/2016

Limba hasil olahan tahu dan tempe CV karya mandiri dibuang langsung ke saluran perairan pemukiman tanpa melalui proses pengolahan limba dampaknya mengeluarkan bau yang tidak sedap disekitar lingkungan pemukiman.

Senin 5/12/2016 M.nanang Yusuf pengelolah usaha pabrik tahu dan tempe saat ditemui suaralidik.com bersama Tim Investigasi LSM DPC LIDIK Bulukumba Hariyanto Samad,menunjukkan sejumlah dokumen yang tidak berlaku lagi ( mati ).

Surat izin Tempat Usaha Pabrik tahu
SITU ( Surat izin Tempat Usaha ) Sudah tidak berlaku lagi

Surat Izin Tempat Usaha ( SITU ) yang dikeluarkan pada tahun 2012 masa berlaku hingga tahun 2015 ditunjukkan oleh Nanang kepada Hariyanto,namun saat ditanya tentang surat izin dari AMDAL ,Ia mengakui kalau belum diterbitkan.

Ditempat yang sama Nanang kepada Tim investigasi Lsm Lidik Bulukumba mengakui jika izin usahanya sudah tidak berlaku lagi dan tidak memiliki izin Amdal ( Analisis mengenai dampak lingkungan ) dari lingkungan hidup dan bahkan Ia sudah membayar sejumlah uang sebesar 2 juta rupiah .

Usaha produksi tahu dan tempe dengan limbah hasil olahan yang cukup besar ini terus berjalan di komplek BTN 2 Bulukumba dengan surat izin usaha yang sudah tidak berlaku lagi dan tanpa memiliki AMDAL .

Nanang diduga berani melakukan hal ini karena ada baking dari salah satu LSM ( Lembaga Swadaya Masyarakat ) yang menurut pengakuannya Ia telah membayar sejumlah uang kepada salah satu LSM ternama di Bulukumba.

Mengetahui hal ini Ketua DPC LSM LIDIK Kab Bulukumba Hariyanto Syam akan melakukan investigasi lebih mendalam dan segera melakukan koordinasi dengan pihak Dinas Perindustrian Koperasi dan Perdagangan Bulukumba serta dinas lingkungan hidup kab Bulukumba.

Masalah limbah,izin usaha dari pabrik produksi tahu dan tempe di BTN 2 milik CV.karya mandiri ini perlu ditelusuri lebih jauh,Ia sudah bayar 2 juta untuk kepengurusan izin usaha dan Amdal,namun sampai sekarang belum juga diterbitkan dan saya melihat ada juga indikasi Pungli di sini,apalagi pengelolah usaha menyebutkan kalau ia sudah membayar juga ke salah satu LSM ternama ” jelas hariyanto syam

Ketua DPC LSM LIDIK kabupaten bulukumba harianto Syam meminta kepada dinas perindustrian koperasi dan perdagangan serta badan libgkungan hidup untuk segerah memeriksa kelengkapan dari usaha pembuatan tahu tempe tersebut apa lagi jual jual nama lsm, Lanjutnya kepada suaralidik.com,Senin 5/12/2016 Pukul 18:36 Wita.

( ant/drw )