Pemkab Bolmong Bentuk Posko Bantuan Gempa dan Tsunami Palu-Donggala

oleh
Posko Peduli Bencana Gempa dan Tsunami diKantor BPBD Bolmong
Photo : Posko Peduli Bencana Gempa dan Tsunami diKantor BPBD Bolmong

BOLMONG, Suaralidik.com – Bencana gempa bumi disertai tsunami yang terjadi di kota Palu dan Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng), mendapat perhatian khusus dari Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow. Pemerintah Daerah (Pemda), melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) membuka Posko Peduli Bencana Gempa Bumi dan Tsunami Palu – Donggala.

Hal ini dilakukan, untuk memberikan bantuan dan meringankan beban warga Palu dan Donggala yang terkena musibah gempa bumi dan Tsunami. “Iya, Bupati Yasti Soepredjo Mokoagow langsung memerintahkan buka posko bantuan untuk membantu dan meringangkan beban saudara kita yang terkena musibah di Palu,”kata Sekda Bolmong Tahlis Gallang, pekan lalu.
Lanjutnya, semua bantuan yang diberikan akan di catat, dan dikumpul untuk dikirim ke Donggala – Palu, Tambahnya.

Kepala Bapeda Yarlis Hatam saat menyerahkan bantuan Bapeda Bolmong dikantor BPBD
Photo : Kepala Bapeda Yarlis Hatam saat menyerahkan bantuan Bapeda Bolmong dikantor BPBD

Kalaupun ada organisasi atau pribadi yang mau memberikan bantuan bisa juga lewat Pemda. Hal ini dilakukan, karena bantuan atau logistik tersebut secepatnya disalurkan kepada saudara yang terkena musibah. “Rencananya,  tim Pemkab akan berangkat ke Palu untuk menyerahkan bantuan maupun logistik,” ungkapnya.

Bantuan logistik yang terkumpul dari SKPD Bolmong
Photo : Bantuan logistik yang terkumpul dari SKPD Bolmong

Sementara itu Kepala BPBD Haris Dilapanga mengatakan. “Hingga sekarang posko bantuan masih mempersiapkan semua logistik maupun bantuan dari masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) maupun masyarakat, berupa baju layak pakai, beras, mie instan, air mineral, susu, pempers bayi dan obat-obatan”, Katanya.
Rencananya para relawan dari BPBD akan berangkat senin sore sesudah sholat maghrib melalui jalur darat, ungkapnya. Lanjutnya, semua bantuan/logistik yang terkumpul nantinya akan dikirim lewat jalur laut atau jalur udara bersama-sama dengan bantuan dari BPBD Provinsi. Ini dilakukan guna mengantisipasi penjarahan bantuan melalui jalur darat, Ujarnya. Karena informasi yang diterima jalur darat belum aman untuk dilalui kendaraan pengangkut bantuan, tutupnya. (***Is/ADVE)