banner 728x250

banner 728x250

Pemkab Bulukumba Terima Dana Hibah dari Kemenkeu RI Sebesar Rp 13,6 miliar

  • Bagikan
wabup edy manaf
Wakil Bupati Bulukumba Andi Edy Manaf saat mengikuti Rakor penyaluran Hibah rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana yang dilaksanakan di Bogor Jawa Barat, Kamis (26/08) ||

Dana Hibah Rekonstruksi dan Rehabilitasi Pascabencana

BULUKUMBA,suaralidik.com – Pemerintah Kabupaten Bulukumba tahun anggaran 2021 menerima bantuan dana hibah rekonstruksi dan rehabilitasi pascabencana sebesar Rp 13,6 miliar untuk pekerjaan infrastruktur.

banner 728x250

Penerimaan bantuan ini berdasarkan Surat Penetapan Pemberian Hibah (SPPH) dari Kementerian Keuangan RI. Dalam SPPH tersebut terdapat 37 kabupaten kota seluruh Indonesia yang mendapat dana hibah yang totalnya sebesar Rp 498,5 miliar.

Direktur Perencanaan Rehabilitasi Rekontruksi BNPB, Joni Sunggun menyampaikan untuk transfer dana hibah ke daerah melalui Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kemenkeu, ada beberapa dokumen harus dilengkapi oleh pemerintah daerah, seperti Rencana Kegiatan Anggaran (RKA) Penggunaan hibah, Surat Pertanggungjawaban Mutlak, Surat Pernyataan Tidak Duplikasi Anggaran dan Surat Pernyataan Kesanggupan Melaksanakan Kegiatan.

“Selain itu, Pemda harus menyiapkan dana Cost Sharing untuk perencanaan dan pengawasan serta dukungan operasional,” kata Joni dalam kegiatan rapat koordinasi penyaluran hibah rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana yang dilaksanakan di Bogor Jawa Barat, Kamis (26/08).

Joni juga mengingatkan, agar pelaksanaan kegiatan rekonstruksi dan rehabilitasi bencana ini, Pemerintah Daerah harus selalu melakukan koordinasi dengan pihak BNPB, sehingga prosesnya pelaksanaannya dapat diketahui sampai akhir.

Wakil Bupati Edy Manaf yang mengikuti rapat koordinasi tersebut mengaku bersyukur Bulukumba menjadi salah satu daerah yang mendapat kucuran dana hibah pascabencana.

“Alhamdulillah tahun anggaran 2021, Bulukumba termasuk dari 37 daerah penerima dana hibah pascabencana,” bebernya.

Dengan dana hibah tersebut, lanjutnya dapat membantu memulihkan wilayah yang infrastrukturnya rusak akibat bencana. Untuk itu, ia meminta OPD terkait harus mempersiapkan dan mengawal proyek rekonstruksi pascabencana ini supaya kualitas lebih bagus.

“Setelah dokumen dan dananya sudah ditransfer ke daerah, maka segera dilakukan lelang di ULP,” ungkap Akrim Amir.

Proposal BPBD Bulukumba

Kepala BPBD, Akrim A Amir menambahkan bahwa setiap terjadi bencana, pihaknya selalu mengirim proposal permohonan bantuan rehabilitasi dan rekonstruksi ke pemerintah pusat. Dasar dari proposal tersebut kemudian pemerintah pusat mengucurkan bantuan dana hibah pascabencana.

“Bantuan dana hibah diperuntukan untuk membiayai dampak bencana yang terjadi minimal 2 tahun sebelumnya,” ungkapnya.

Selain mengasistensi RKA dari kabupaten kota penerima hibah, pihak BNPB sebagai penyelenggara kegiatan juga menghadirkan narasumber untuk meningkatkan pemahaman terkait mekanisme penyaluran pendanaan hibah pasca bencana, yakni Irianto dari DJPK Kementerian Keuangan, Fernando Siagian dari Ditjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri, serta Aris Suprianto dari LKPP.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *