Protes Camat Rilau Ale, Pemuda dan Masyarakat Bikin Surat Terbuka

oleh
Foto Hardianto

BULUKUMBA, Suaralidik.com – Sejumlah pemuda dan masyarakat kelurahan Palampang, Kecematan Rilau Ale, Kabupaten Bulukumba, protes terkait pemindahan lokasi pusat kegiatan HUT RI dari ibukota kecamatan Palampang ke desa Bontomanai.

Aksi protes tersebut mereka tuangkan dalam surat terbuka yang dikirim langsung salah satu perwakilan pemuda, Hardianto ke Redaksi Suaralidik.com, Senin (10/8/2017).

Foto Hardianto

Dalam surat terbuka itu ia menuliskan beberapa poin dan alasan-alasan yang dianggap tidak masuk akal dan terkesan dipaksakan.

Berikut surat terbuka untuk camat Rilau Ale:

Assalamualaikum Wr. Wb

Sebelumnya saya sampaikan permohonan maaf apabila saya mengganggu aktivitas Bapak camat dalam menjalankan amanah untuk memimpin kecamatan rilau ale. Semoga Bapak senantiasa diberikan kesehatan dan kekuatan untuk mengemban amanah ini. Amin.
Izinkan saya Hardianto (30Th) seorang pemuda yang lahir, tinggal dan besar di kelurahan palampang kecamatan Rilau Ale
Menyampaikan polemik yang berkembang di kelurahan Palampang terkait pemindahan pusat kegiatan HUT RI dari ibukota kecamatan palampang ke desa Bontomanai
Menyikapi hasil audiens diruangan bapak (senin, 10 juli 2017), tentang alasan kepindahan yang kami anggap tak logis dan terkesan klise
1. Alasan cuaca, saya yakin dan percaya bicara proklamasi itu bicara soal nasionalisme….agak lucu karna faktor hujan menjadi pertimbangan bapak. Baiknya kalo alasan hujan upacara Hut proklamasi diadakan di dalam ruangan saja.
2. Soal efisiensi kegiatan agar terkonsentrasi pada satu titik (upacara dan malam renungan) menurut bapak. Malah menjadi lucu. Karna rangkaian kegiatan di bagi menjadi dua tempat. Baiknya kalo mmg alasannya soal efisiensi rangkaian kegiatan acara di pusatkan pada satu titik saja
3. Menyinggung soal kemacetan. Ada 2 hal yang saya ingin tanggapi
Yang pertama, tempat upacara dipalampang jauh lebih strategis karna tdk berada diporos jalan nasional. Yang kedua soal rekayasa kemacetan, berkaca dari tahun ketahun perayaan HUT proklamasi di palampang kami pun termasuk berhasil mengurai kemacetan tanpa kendala
Kami yakin dan percaya, tak ada mmg regulasi yang bapak langgar. Tp bapak juga harus sadar kebijakan juga harus memperhatikan efek sosiologis dan dampak sosialnya
Semoga melalui surat terbuka ini, semua pihak akan turut serta mengambil jalan terbaik guna mewujudkan harapan masyarakat pada umumnya.
Terakhir, Menjadi pemimpin yang baik bukanlah mudah. Pemimpin yang baik bukanlahpemimpin yang keras, yang suka marah dan yang ditakuti. Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mampu memimpin pengikutnya mencapai suatu tujuan tertentu. Pemimpin harus bisa dan berani mengambil keputusan secara cermat.
Palampang, 10 juli 2017.

(Rilis/RED 4)