Pemuda KPPSI Takalar Turunkan Laskar Pada 4 November Di Makassar

oleh

2016-11-02-14-35-10

SUARALIDIK.com TAKALAR,- Maraknya sorotan masyarakat terkait polemik yang dilakukan Ahok tentang penistaan agama islam dengan menghina Al Qu’ran Surah Al Maidah ayat 51, menuai reaksi keras umat islam di Indonesia bahkan termasuk di Makassar (2/11/2016).

Dengan munculnya gerakan umat islam di Makassar yang spontan membentuk Forum Umat Islam Bersatu (FUIB) menyikapi penistaan agama Islam yang dilakukan Ahok dan akan melakukan aksi Bela Al Qur’an tanggal 4  november 2016 nanti.

Ketua Korps Pemuda KPPSI (Komite Perjuangan Penegakan Syariat Islam) Kabupaten Takalar Muh. Emal Situru di kediamannya, sikapi siap mengerahkan Laskar KPPSI Takalar untuk ikut aksi pada tanggal 4 November 2016 bergabung dengan FUIB karena Surah Al Maidah Ayat 51 dihina maka rujukan agama Islam hrs tampil dgn jati diri Al Qur’an yaitu Surah Al Maidah (5) ayat 54:

” Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang Mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui (TQS al-Maidah [5]: 54 “.

Ahok harus di adili sesuai hukum yang berlaku karena telah menistakan Agama Islam. Kami tak akan tinggal diam Agama kami dihina, tegas Muh.Emal

Di lain sisi, Ketua Lajnah Tandfidziyah KPPSI Takalar Ustad. Ahmad saat dimintai keterangan oleh awak media, Tdk ada yg kebal hukum, siapapun yg melanggar harus diselesaikan secara hukum,tuturnya

Recstac (hukum) bukan macstac(kekuasaan), ditambahkan pula Hati-hati adanya penyusupan dan membuat situasi yang tdk diinginkan pada saat aksi karena negara kita ini terdiri dari 4 pilar berbangsa dan bernegara yaitu NKRI, PANCASILA, UUD 1945 dan Bhinneka Tunggal Ika itu harga mati.

 

Reporter : Sardi Bojes

Penulis : Kemal