Pelaku Penembakan Nelayan Di Pulau Rajuni Selayar DiSorot Oleh LBH Makassar

oleh
ilustrasi

Lidik Selayar – Penembakan yang diduga dilakukan oleh oknum polisi kehutanan terhadap nelayan di pulau Rajuni Kab. Selayar akhir bulan november 2016 lalu menjadi sorotan publik dan dikecam oleh Lembaga Bantuan Hukum makassar ( LBH )

Penembakan pada tanggal 28 November 2016 terhadap korban yang bernama Husain ( 26 ) warga pulau Rajuni kab selayar dianggap telah menyalahi prosedur yang berujung pada pelanggaran HAM berupa hak atas kehidupan, kebebasan, dan keamanan sebagaimana telah ditegaskan dalam Protokol VII Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) tanggal 27 Agustus-2 September 1990 tentang Prinsip – Prinsip Dasar Penggunaan Kekerasan dan Senjata Api Oleh Aparat Penegak Hukum.

ilustrasi
ilustrasi

Pasalnya pelaku penembakan mengarahkan senjata dan menembak dengan jarak ± 10 Meter ke arah korban secara tiba – tiba tanpa sebab dan tanpa peringatan.Akibat dari peristiwa ini korban mengalami banyak pendarahan karena terkena tembakan di bagian belakang hingga menembus bagian perut.

Ironisnya setelah melakukan penembakan,pelaku langsung kabur dan tidak berusaha melakukan pertolongan pertama pada korban.Sementara korban langsung dibawa ke RSUD Selayar oleh keluarganya menggunakan perahu.

Dilangsir dari LBH Makassar Menurut keterangan korban, pelaku penembakan diduga dilakukan oleh Polisi Kehutanan (POLHUT) yang sedang melakukan patroli di kawasan Taman Laut Taka Bonerate Kab. Kepulauan Selayar.

LBH Makassar mendesak Polres Selayar untuk segera menangkap pelaku penembakan agar tidak menimbulkan keresahan dan ketakutan dalam masyarakat.

Sebab selain merupakan pelanggaran HAM, kejadian ini merupakan pelanggaran pidana dan harus diproses di peradilan umum sesuai ketentuan dalam Pasal 170 Ayat (2) KUHP berbunyi “Barang siapa yang di muka umum bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang atau barang dihukum dengan penjara selama-lamanya sembilan tahun, jika kekerasan itu menyebabkan luka berat pada tubuh” atau Pasal 354 Ayat (1) KUHP yang menyatakan “Barang siapa sengaja melukai berat orang lain, diancam karena melakukan penganiayaan berat dengan pidana penjara paling lama delapan tahun”..

Mengenai pelaku yang hingga saat ini belum ditangkap, LBH Makassar menilai Polres Selayar sangat lamban dan tidak serius menangani kasus ini, serta telah melakukan proses pembiaran. Sejauh ini LBH Makassar sudah melakukan komunikasi secara intens dengan keluarga korban. Untuk itu, dalam proses kasus ini akan kami kawal untuk memastikan penegakan hukum yang transparan dan adil khususnya bagi korban dan keluarganya. ( LBH makassar )