Penetapan Harga Material Tinggi, Warga Penerima Bantuan BSPS Di Gorontalo Resah

oleh -

Foto : Salah satu rumah warga penerimas BSPS dan susunan harga bahan yang ditetapkan pemerintah,(foto istimewa).

Gorontalo, Suaralidik.com – Sungguh sangat ironi yang dialami oleh para penerima Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dikecamatan Talaga Jaya Kabupaten Gorontalo.

Penerima bantuan ini dituntut harus mampu mengotak atik otak mereka, agar rumah yang mendapatkan suntikan dana rehab dari pemerintah pusat ini bisa selesai dengan bahan material yang ditetapkan dua kali lipat dari harga biasanya.

Dari hasil pantauan Suaralidik.com melalui surat edaran susunan harga yang dibagikan para pendamping kepada warga penerima sangat miris, untuk pasir halus satu dump truk dengan kapasitas enam kubik mencapai 900 ribu rupiah, kerikil satu dump truk 1 juta 200 ribu, sementara untuk batu batako 3.000 rupiah perbiji.

Kama (27) warga desa Bulota kecamtan Talaga Jaya saat dikunjungi Suaralidik.com merasa serba salah menerimah bantuan yang dikucurkan oleh kementrian PU/PR tersebut.

Menurutnya, jika dari awal diketahui mekanisme bantuan BSPS seperti ini, mungkin lebih baik pihaknya menolak dari pada menambah pusing pikirannya.

“Tidak diambil takutnya tak akan dapat bantuan lagi. Bahan yang mereka berikan belum tentu mencukupi pak, ditambah haraga material yang dikasih oleh mereka sudah lebih dari harga biasa. Contoh pasir halus yang biasa hanya 450 samapi 500 ribu pertruk dari meneka 900.000, coba silahkan bedakan perbedaannya,”ucap Kama kepada wartawan Suaralidil.com, Sabtu 18/05/2019.

Ia juga menyeroti kualitas bahan lainnya, seperti pintu, jendela dan seng yang diterima oleh kelompoknya sepertinya satu sama lain tidak sama kualitas dan banyaknya bahan.

“Bahan pintu, jendela punya kelompok saya sepertinya hanya yang biasa, tak sama dengan yang diterima desa tetangga. Belum lagi pintu mereka bagus, punya kami hanya triplex biasa. Ditambah atap seng kami tipis,”tutur Kama.

Ditempat yang sama Ismail (39) mengungkapkan, jika dirinya merasa bantuan yang diberikan oleh pemerintah hannya menguntungkan penyedia jasa ketimbang masyarakat penerima.

“Ini hanya bikin nambah pengusaha jadi kaya, dan kami penerima yang jadi pusing cari tambahan. Kerikil dua kubik yang biasanya bisa didapat dengan harga 200 ribu, punya mereka 400 ratus ribu, belum batu batako 3000 perbiji,” keluh Ismail.

Ditempat terpisah SP (48) warga desa Buhu hanya berharap agar pemerintah dapat menurunkan harga material, agar uang tersebut masih bisa digunakan oleh penerima untuk keperluan lainnya.

“Saya hanya berharap harganya bisa diturunkan, sebab masih banyak yang diperlukan dananya hanya habis untuk bayar material saja,” harap SPĀ (***Rollink).