Pengadaan Alkes RSUD Bulukumba Diduga Rekayasa, DPRD: 85 Persen Tak Difungsikan

oleh
Ketua komisi D, DPRD Bulukumba, Muh Bakti.

BULUKUMBA, Suaralidik.com – Ketua Komisi D, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bulukumba, Muh Bakti menyebut sekitar 85 persen Alat Kesehatan yang pengadaanya terhitung baru, di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Dg Radja, tak difungsikan.

Ketua komisi D, DPRD Bulukumba, Muh Bakti.

Hal itu ia paparkan saat memimpin Hearing dengan para staf dan pimpinan RSUD, Rabu 12 Juli 2017, di ruang Paripurna DPRD.

Menurut Muh Bakti, ada beberapa Alkes di RSUD, yang tidak difungsikan berdasarkan temuan komisi D saat melalukan sidak beberapa waktu lalu, seperti Catlab yang dianggarkan Rp12 miliar namun tak dilengkapi sertifikat dan buku petunjuk, belum lagi perbedaan dengan perencanaan pengadaan awal bermerek philips, namun yang datang bermerek Siemens. Jika kurang tiliti, Ini bisa berdampak bagi warga yang berobat.

“Luar biasa dampaknya, ini masalah nyawanya orang, jangan main-main,” ujarnya di gedung DPRD Bulukumba, Rabu siang.

Lebih lanjut, Muh Bakti juga mengatakan ada puluhan alat masak bagian Gizi yang dianggarkan Rp1,3 miliar, juga tidak berfungsi. Serta, tempat pembuangan Intalasi Pengelolaan Limbah (IPAL) juga ditemukan tak berfunsi padahal, alat tersebut sudah ada di tahun 2016 dengan menelan anggaran sebesar Rp 200 juta pada tahun anggaran 2017. Hal lain yang urgen menurutnya juga ialah alat cuci darah, dimana ia mendapati tidak berfungsi optimal.

“Kita sangat sesalkan, sudah diberi anggaran tapi kita lihat di lapangan begini. Belum lagi alkes dasar seperti tensi banyak kita temukan tak bergungsi, bahkan incubator bayi banyak yang sudah hampir rusak tapi tetap digunakan,” ungkapnya.

Melihat banyaknya kejanggalan yang terjadi di RSUD maka dalam waktu dekat, DPRD akan mendorong Kejaksaan Negeri (Kejari) untuk melakukan penyelidikan atas dugaan tersebut, karena selain diduga tidak sesuai RAB juga sejumlah Alkes tersebut tidak berfungsi.

“Kita akan dorong ke TP4D yang ketuanya merupakan kepala Kejaksaan Negeri Bulukumba,” tegas Muh Bakti di hadapan wartawan.

Dikonfirmasi terpisah, Pelaksana tugas Direktur, RSUD Bulukumba, dr. Rajab membantah jika alkes di RSUD tidak berfungsi 85 persen, hanya saja ia tak menepik bahwa memang ada beberapa alkes seperti Catlab dan Ipal yang memang belum difungsikan karena menunggu rekomendasi.

“Kalau 85 alkes dikatakan tidak berfungsi, itu keliru, karena jika demikian berarti Rumah Sakit tidak beroperasi lagi,” ungkapnya. (RED 4)