Pengadaan Seragam Sekolah Di Pangkep Langgar Aturan

oleh
Seragam Sekolah Yang Masih Menjadi Polemik Di Pangkep Karena Masih Dibebankan Kepada Warga Yang Diduga Melanggar Aturan

Pangkep, Suaralidik.com – Janji Pemerintah Kabupaten Pagkajene dan Kepulauan (Pangkep) untuk membebaskan biaya pendaftaran ulang sekolah, ternyata tak sepenuhnya diterapkan di sekolah-sekolah. Siswa baru diminta membayar uang ratusan ribu rupiah oleh pihak sekolah, tak tanggung tanggung biaya yang harus dikeluarkan sebesar 800 Ribu hingga 800 Ribu per siswa.

Sejumlah ibu ibu yang ditemui awak media di Pegadaian pasar Pangkep tadi pagi mengeluhkan besarnya biaya sekolah yang harus dikeluarkan untuk anaknya yang baru masuk SMP itu apalagi menurut dia baru saja selesai lebaran idul fitri yang memakai uang yang cukup banyak saat lebaran kemarin Ibu Syam, misalnya. Ibu rumah tangga ini mengeluhkan biaya pendaftaran di SMP Negeri 1 Pangkep. Dia mengaku diminta membayar sebesar Rp 800 ribu, setelah anaknya dinyatakan lulus.

“Katanya, untuk pembayaran baju seragam. Ditambah dengan baju olahraga, dan baju batik. Uangnya saya ambil dari mana. Saya tidak punya uang sebanyak itu, apalagi habis lebaran begini pengeluaran banyak sekali, terpaksa perhiasan saya gadaikan untuk keperluan sekolah anak saya.” keluh dia (21/6/2018)

Bukan hanya di SMP 1 Pangkep, hal serupa juga terjadi di SMPN 2 Pangkep dan SMPN 1 Minasatene, para siswa baru diwajibkan membeli seragam sekolah dengan menyetor sejumlah uang Rp.800 Ribu untuk SMPN 2 Pangkajene dan Rp.700.000 untuk SMPN 1 Minasatene per siswa.

Tak hanya ibu ibu yang mengelukan kebijakan mewajibkan membeli baju seragam disalah satu toko yang ditunjuk pihak sekolah, Pedagang pakaian seragam pun mengeluhkan hal tersebut dan menuding pihak sekolah menjadikan ajang bisnis pengadaan seragam sekolah yang akibatnya pembeli mereka sepi di pasar Pangkajene, hal ini diutarakan Hj. Jumiati salah seorang Pedagang pakaian pasar Pangkep.

“Seharusnya pihak sekolah tak menunjuk toko khusus untuk pengadaan baju putih biru dan pramuka, kecuali baju olahraga dan lambang sekolah, agar kami pedagang juga kebagian pembeli kasian, apalagi harga pakaian kami lebih murah dibanding toko yang ditunjuk sekolah, pembelipun bisa memilih berbagai macam kwalitas dari yang termurah sampai yang mahal”. Ungkapnya.

Dari Pantauan awak media harga seragam yang dijual ketiga sekolah ini juga melebihi harga pasar seragam yang ada di pasar maupun toko pakaian seragam sekolah dengan selisih harga Rp 50-70 ribu per satu pasang seragam.

Sebagaimana diketahui Peraturan Pemerintah Nomor 17 tahun 2010 pasal 181 dan 198 yang bertuliskan pendidik atau tenaga pendidik, komite sekolah dan dewan pendidikan, baik secara perseorangan atau kolektif, tidak diperbolehkan untuk menjual pakaian seragam ataupun bahan seragam.

Peraturan lainnya yang turut dilanggar yaitu Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 45 tahun 2014 Bab IV pasal 4 yang bertuliskan, pengadaan pakaian seragam sekolah diusahakan sendiri oleh orangtua atau wali peserta didik dan pengadaannya tidak boleh dikaitkan dengan pelaksanaan penerimaan peserta didik baru atau kenaikan kelas. (86/KP)