Pengamat Politik Sulsel, Pilkada Takalar Berpotensi Ricuh

oleh
Ahmad Ih Pengamat Muda Politik Di Sul-Sel yang juga Mahasiswa Ilmu Politik UIN Alauddin

Lidik Takalar – Pilkada serentak 2017 se-Indonesia tak lama lagi akan dimulai, pesta lima tahunan ini akan digelar pada tanggal 15 Februari 2017 mendatang.

Achmad Ichsan Pengamat Muda Politik Di Sul-Sel yang juga Mahasiswa Ilmu Politik UIN Alauddin

Dalam pilkada tersebut satu-satunya Kab.Takakar di Sulsel yang mengikuti pilkada serentak tahun ini, animo masyarakat Takalar sangat dirasakan bersemangat dalam menyambut pesta Pilkada lima tahunan.

Pilkada Takalar hanya diikuti oleh 2 pasangan calon yaitu pasangan nomor urut 1 selaku incumbent yakni Burhanuddin-Nojeng dan sang penantangnya nomor urut 2 Syamsari Kitta-H. De’de.

Situasi politik dan konstalasi dalam beberapa hari terakhir semakin memanas. Sebab di antara kedua kubu telah dibuktikan dengan kejadian di lapangan salah satu pasangan melakukan pelanggaran pemilu dengan membagi-bagikan sembako.

Hal itu, membuat tim lain merasa resah dan merasa dirugikan. Akibatnya terjadi adu mulut, baik yang terjadi langsung di lapangan maupun di media sosial, bahkan ada yang sempat ingin baku jotos.


Melihat situasi tersebut, Achmad Ichsan, pengamat Muda Politik Sulsel sangat prihatin dengan kondisi itu, kepada Suaralidik.com Kamis (09/02/2017) ia menegaskan, “Ini menjadi keprihatinan warga Takalar sendiri menjelang pemilu, kita harapkan siapa pun yang menjadi pemenang nanti itulah yang terbaik dari pilihan rakyat Takalar.”

Keadaan ini memancing reaksi publik bahwa pilkada Takalar berpotensi ricuh, dikarenakan adanya kejadian-kejadian terakhir di lapangan yang tidak menyenangkan.

“Seharusnya kedua pasangan calon dan tim sukses masing-masing mengajarkan pendidikan politik yang lebih baik kepada masyarakat, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” tutup Mahasiswa ilmu politik UIN ini, Achmad Ichzan.

Adhe