banner 728x250

Penganiayaan Wartawan Sulut Go, Kapolres Kotamobagu Mengaku Akan Lakukan Tangani Serius

  • Bagikan
Kapolres Kotamobagu AKBP Prasetya Sejati SIK
Foto : kapolres Kotamobagu Prasetya Sejati SIK, didesak agar proses hukum penganiaya wartawan di percepat,

KOTAMOBAGU, Suaralidik.Com – Para pewarta yang ada dì kotamobagu mengunjungi Polres kotamobagu. Mereka mendesak kapolres Kotamobagu mengusut tuntas Kasus penganiayaan terhadap seorang Wartawan Sulutgo Roni Zulfikal Bonde, oleh massa di Tanoyan Selatan, Selasa (16/3/2020).

Saat ditemui di ruangannya, Kapolres Kotamobagu, AKBP Prasetya Sejati SIK, mengaku, akan melakukan tindakan serius atas kasus tesebut. Kapolres mengaku telah mengantongi sejumlah pelaku penganiayaan.

banner 728x250

“Saat ini saya sudah memerintahkan anggota untuk segera melakukan pemanggilan kepada sejumlah nama nama yang sudah di curigai sebagai saksi,” kata Kapolres.

Ia juga berjanji akan menseriusi kasus ini, dengan mengusut tuntas untuk diproses secara Hukum.

“Saya turut prihatin atas musibah ini, harapan saya, teman-teman wartawan turut membantu kami,” ujarnya.

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Kotamobagu, Gunady Mondo, berharap pihak Polres Kotamobagu menindak tegas para pelaku yang terlibat dalam penganiayan wartawan.

“Rekan kami Roni berada di tempat itu untuk melaksanakan tugas peliputan, akan tetapi mendapat perlakukan kekerasan oleh sejumlah orang. olehnya saya miminta kepada Polres Kotamobagu untuk menseriusi kasus ini dengan secepatnya menangkap para pelaku,” kata Gun sapaan akrabnya, (18/3/2020).

Kasus persekusi ini terjadi saat Kapolda Sulut, Irjenpol Royke Lumowa melakukan olah TKP di lokasi Pertambangan Emas Tanpa Ijin (PETI) Potolo.

Kedatangan Kapolda disambut ratusan massa yang terkosentrasi di pintu masuk Pasar arah Potolo. Korban bersama empat wartawan lainnya hendak melakukan liputan, namun, tiba-tiba didatangi sejumlah orang.

Korban langsung diinterogasi, bahkan beberapa orang melakukan penganiayaan. Akibat kejadian ini, korban Roni mengalami memar di bagian perut, leher belakang dan kepala. Bahkan, baju yang Ia gunakan robek.

“Saya masih merasa pusing akibat pukulan tersebut, bahkan sekujur tubuh saya masih merasakan sakit. Saya ini bawa id card pers saat liputan, kok dihakimi seperti itu. Saya meminta Polres Kotamobagu serius menangani kasus ini,” ujar Roni.

Tidak hanya dianiaya, dua buah handpone milik korban raib diambil para pelaku perlakuan yang dilakukan oleh sekelompok massa itu telah melakukan penjarahan kepada korban wartawan.(***Agus)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *